Senin, 02 Desember 2013

Surat Cinta Seorang BAPA

Anak-Ku,

Jauh sebelum dunia ini Kuciptakan, kau telah ada dalam benak-Ku. Jauh sebelum matahari yang pertama terbit di ufuk Timur, Aku telah mengasihimu. Jauh sebelum kicauan pipit yang pertama, telah Kurancang masa depanmu.

Sejak kau ada dalam kandungan ibumu, bahkan jauh sebelum itu, Aku telah menjadikanmu milik kepunyaan-Ku. Aku menjagamu dengan tangan-Ku dan Kuberikan segala yang terbaik untukmu.

Aku ada saat engkau menangis untuk pertama kalinya. Aku tersenyum menyaksikan kelahiranmu di dunia. Karena saat engkau lahir, satu bukti cinta-Ku kembali dinyatakan atas semesta ini.

Aku selalu bersamamu, menjagaimu. Aku mendengarkan kata pertama yang kau ucapkan. Menggandeng tanganmu saat engkau berhasil melangkah untuk pertama kalinya. Menemanimu di hari pertamamu di sekolah. Mengawasi tidurmu. Menampung setiap air matamu. Dan juga tertawa bersama denganmu. Aku selalu ada di sisimu, tanpa sekalipun memalingkan wajahku darimu.

Sekalipun aku menjagaimu, Anak-Ku, kerapkali kubiarkan engkau terjatuh, terluka, dan kadangkala Aku seolah jauh darimu. Kuijinkan masalah demi masalah menimpamu. Kubiarkan kau merasa dijauhi, ditolak, bahkan dibenci. Kadang, kuambil orang-orang yang menjadi tempatmu bergantung meskipun aku tahu, dengan demikian kau akan merasakan kesepian.

Tapi Anak-Ku, percayalah. Bahwa sekalipun engkau jatuh, tak pernah Kubiarkan engkau tergeletak. Saat engkau menangis karena kekecewaanmu, Aku turut menangis bersamamu. Saat engkau merasa sakit karena terluka, Aku merasakan kesakitan yang lebih besar darimu. Di kala Aku seolah jauh darimu, Aku hanya ingin kau belajar untuk berteriak dan mencari-Ku. Kubiarkan masalah-masalah itu ada untuk mengajarimu arti hidup, mendewasakanmu, dan membuatmu makin serupa dengan-Ku. Saat kau merasa sendirian dan merasa ditinggalkan, dan Kuambil segala milik kepunyaanmu, Aku ingin kau belajar untuk menggantungkan harapanmu hanya kepada-Ku. Karena manusia akan mengecewakanmu, tapi Aku tidak.

Saat Aku mengatakan “Ya” untuk permintaanmu, Aku ingin kamu belajar mensyukuri kasih karunia-Ku. Saat Aku terdiam dan membiarkanmu menunggu, Aku ingin kamu belajar untuk bersabar dan terus berharap pada-Ku. Namun bila Aku menggelengkan kepala-Ku, dan mengatakan “Tidak”, maka ketahuilah, Aku menyediakan yang lebih baik untukmu.
Aku mencintaimu, Anak-Ku. Engkau sangat berharga di mata-Ku. Aku membentukmu dengan sempurna. Kuberikan cukup kelebihan untuk membuatmu percaya diri, namun juga kulengkapi kau dengan kekurangan, untuk mengajarimu arti rendah hati, dan mengajarimu untuk menggantungkan dirimu pada-Ku. Karena jika kuciptakan engkau tanpa kekurangan, maka kau takkan memerlukan Aku.

Aku ingin kau belajar untuk berserah pada-Ku. Tapi bukan menyerah. Karena berserah adalah satu-satunya cara untuk hidup, tapi menyerah hanyalah suatu tindakan yang pengecut. Serahkanlah hidupmu kepada-Ku, biarkan Aku berjalan bersamamu dan menanggung semua bebanmu.
Anak-Ku, sampai masa tuamu, Aku akan selalu ada bersamamu. Dan sampai masa putih rambutmu, Aku adalah Allah yang tetap setia. Saat kau berjalan bersamaku, tak ada lagi yang mustahil untukmu. Karena Aku, Bapamu, adalah Allah yang mengasihimu dan selalu menggandengmu dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.
Di saat kegagalan menimpamu, percayalah, bahwa tanpa kegagalan, kau takkan pernah menghargai keberhasilan. Dan sekalipun hal-hal buruk menimpamu, ketahuilah, bahwa semuanya Kumaksudkan untuk kebaikanmu. Aku tak pernah meninggalkanmu, Anak-Ku, dan tidak akan pernah. Sekalipun engkau berbalik dari jalan-Ku, Aku tetaplah Bapamu yang setia. Yang akan menanti engkau kembali kepada-Ku, menyambutmu dengan pelukan, dan pesta pora. Aku selalu ada di tempat yang sama. Di sisimu. Sehingga saat kau datang mencari-Ku. Kau akan selalu menemukan Aku.
Dengan cinta,
Allah, Bapamu.

Kenali Tuhan Kita

Kenali Tuhan Kita


Yohanes 1 : 1 “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”
Manusia sadar bahwa hal terpenting dalam kehidupan ini adalah mengenal Tuhan dengan benar. Banyak orang sedang mencari jawaban, tetapi tidak mencari Tuhan, padahal jawaban yang dibutuhkan ada di dalam Tuhan. Manusia tidak sanggup menjalani kehidupan ini sendiri tanpa campur tangan dan pertolongan Tuhan. Kalau kita sungguh mengenal Tuhan, maka Ia akan memberikan jalan keluar atas semua persoalan yang kita hadapi.
Untuk mengenal Allah ada yang harus kita lakukan terlebih dahulu. Seperti di mazmur 1:1-3 berkata 1:1 Berbahagialah orang  yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan  orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, 1:2 tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN  , dan yang merenungkan j  Taurat itu siang dan malam . 1:3 Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air  , yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil”.
Ayat yang pertama dari kitab Mazmur berbicara mengenai perbedaan di antara orang benar dengan orang fasik. Orang yang benar percaya kepada Tuhan dapat diketahui dari apa yang tidak mereka lakukan, tempat yang tidak mereka kunjungi dan kumpulan yang tidak mereka masuki. Tidak seorang pun yang dapat mengenal Allah tanpa berbalik dari hal-hal yang Tuhan tidak inginkan.
Ayat yang Kedua berbicara Orang yang diberkati Allah bukan hanya berbalik dari kejahatan, tetapi juga membangun hidup mereka di sekitar firman Tuhan. Mereka berusaha untuk menaati kehendak Allah dari hati yang sungguh-sungguh senang akan jalan dan perintah Allah. Merenungkan Taurat Allah (yaitu, Firman-Nya) supaya membentuk pikiran, sikap, dan tindakan kita.
Ayat yang Ketiga Hasil untuk mereka yang dengan setia mencari Allah dan Firman-Nya ialah hidup di dalam Roh. Karena air sering kali melambangkan Roh Allah (Yoh 7 : 38-39), maka mereka yang diajar oleh Allah dan tinggal di dalam Firman-Nya akan menerima sumber hidup yang tidak habis-habisnya dari Roh. Frasa, "apa saja yang diperbuatnya berhasil" tidak berarti bahwa tidak pernah akan terjadi masalah atau kegagalan, tetapi bahwa orang benar akan mengetahui kehendak dan berkat Allah.
Kita sudah melihat dan membaca apa yang Tuhan inginkan di mazmur tinggal kita lakukan sesuai kehendakNya.

-Healing Movement -

Manusia yang Pernah Berkunjung ke Neraka

Manusia manusia yang pernah Mampir ke neraka

Bingung setelah 1 minggu mencari bahan blog ini, sampai akhirnya saya menemukan sebuah blog membahas tentang "Manusia-manusia yang pernah mampir ke Neraka". Bahan blog ini saya dapatkan dari sebuah blog bernama http://yesayanugroho.blogspot.com. Bila yang empunya blog datang berkunjung ke blog ini, saya pribadi mohon izin, dan mohon maaf jika mem-posting ulang bahan blog milik yesayanugroho.blogspot.com.
Berikut kisah dari "Manusia-manusia yang pernah mampir ke Neraka"

1. PDT. PHILLIP MANTOFA
Dibawa ke neraka oleh Tuhan tanggal 1 Januari 2000. Di sana beliau melihat bagaimana orang-orang yang tidak mengenal Tuhan disiksa oleh iblis terus menerus tanpa berhenti. Dia melihat jurang api tanpa dasar dan melihat wanita yang suka berselingkuh serta cowok yang suka masturbasi sedang disiksa.

2. JENNIFER PEREZ
Dibawa Tuhan ke neraka pada tanggal 2 Mei 1997. Waktu itu umurnya baru 15 tahun. Di neraka dia melihat setan-setan menyiksa jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Ada yang dipancung, ada yang ditusuk-tusuk badannya. Pulang dari neraka dia langsung bertobat.


3. BILL WIESE
Beliau pernah ada di neraka selama 23 menit. Di sana dia merasa sendirian, ketakutan melihat setan sedang menyiksa orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan, melihat daging terbakar dan bagaimana baunya yang membuat mual. Pengalamannya di neraka ditulis dalam buku “23 Minutes in Hell.”


4. ELIZABETH
September 2001 pada saat sedang doa syafat di gerejanya, Elizabeth dibawa Tuhan ke neraka. Di sana dia melihat bagaimana orang-orang minta tolong supaya dilepaskan dari penderitaan abadi (penderitaan selama-lamanya) di neraka, tapi sudah terlambat. Kebanyakan dari mereka digerogoti ulat yang makan daging mereka dan ada pula yang dibakar oleh api (baca ALKITAB, MARKUS 9:43-48).
5. MARY KATRIN BAXTER
Seorang hamba Tuhan yang sering dikunjungi Tuhan ini dibawa ke neraka tahun 1976. Di sana di melihat ada lembah berbentuk mangkuk yang berisi api yang tidak pernah padam (sesuai dengan ALKITAB, MARKUS 9:43-48). Di dalam api itu ada orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Mereka dihukum disana selamanya. Kesaksian itu dibuat buku yang diberi judul "A Divine Revelation Of Hell.”
6. IAN MCCORMACK
Ian McCormack memang suka berenang. Suatu hari bulan Mei 1982, waktu sedang berenang di pantai dia disengat ubur-ubur. Dia langsung dibawa ke rumah sakit. Waktu dalam perjalanan ke rumah sakit itu, rohnya dibawa ke neraka. Neraka itu benar-benar gelap, tidak ada cahaya sedikitpun dan tidak bisa melihat apa-apa di sana. Tapi dia tahu, dari suara-suara yang ada di sekitarnya kalo dia sedang berada di neraka. Puji Tuhan, Tuhan mengeluarkan dia dari kegelapan dan membangkitkannya kembali.
7. (ALM) PDT. KENNETH HAGIN
Salah seorang hamba Tuhan yang pernah meninggal dan dibawa Tuhan ke neraka sampe 3 kali. Di neraka dia sempat mau dibawa masuk ke bagian terdalam oleh satu roh jahat, untungnya ada Tuhan (atau malaikat-Nya) yang mencegah Pdt. Hagin masuk. Kesaksiannya bisa dibaca di bukunya “Aku Pernah ke Neraka.”
8. P.S. DANIEL EKECHUKWU
Hamba Tuhan dari Nigeria ini mengalami kecelakaan mobil dan sudah dinyatakan meninggal. Tapi 3 hari kemudian dibangkitkan lagi oleh Reinhard Bonke. Selama 3 hari itulah beliau dibawa Tuhan ke neraka. Disana dia melihat orang-orang yang makan dagingnya sendiri, terus dimakan lagi. Terus begitu sampai selamanya.

9. REV. CHOO THOMAS
Hamba Tuhan ini terkenal dengan bukunya, “Heaven Is So Real”. Selain pernah ke surga, dia juga pernah dibawa Tuhan ke neraka sebanyak dua kali. Di neraka dia melihat orang-orang yang disiksa sampai mukanya tidak berbentuk lagi. Malahan dia tidak bisa mengenali neneknya sendiri.
10. BERNADA FERNANDEZ
Wanita latin yang tinggal di New York ini dibawa Tuhan ke neraka dan melihat proses penyiksaan abadi di sana.
Terimakasih kepada blog "http://yesayanugroho.blogspot.com" Dari ke 10 kisah diatas, saya pribadi tidak tahu kebenaran cerita diatas, namun apa salahnya jika kisah 10 manusia yang pernah mampir ke neraka diatas, dapat memotivasi kita agar kita tidak berbuat salah dalam menjalani kehidupan didunia ini. Dan sebelum terlambat, dan sebelum kita juga mampir ke neraka, alangkah baiknya jika kita mulai saat ini memperbaiki kesalahan-kesalahan yang pernah kita buat selama kita hidup di dunia ini.
Dari kisah diatas, saya kembalikan kepada para pembaca, percaya atau tidak percaya, suatu saat nanti kita semua akan mengalami yang namanya mati, dan kita semua akan diadili menurut kebaikan yang sering kita perbuat selama hidup di dunia ini. ^_^

Kesaksian Daud Tony, Mantan Dukun Santet Tingkat Tinggi

Kesaksian Mantan Dukun Santet, Daud Tony

Nama saya Daud Tony, di antara lima bersaudara, laki semua, saya adalah anak nomor dua yang memiliki kelahiran Sabtu Pahing. Sabtu Pahing itu adalah weton Jawa, weton paling tinggi dan keramat. Karena itulah saya dipilih oleh kakek dan nenek saya untuk mewarisi ilmu mereka. Kebetulan saya waktu itu sakit juga, kejadiannya karena dianiaya oleh guru SD saya. Sama kakek, saya disembuhkan tapi dengan syarat saya harus jadi muridnya. Menjadi anak angkatnya dia langsung untuk menjadi pewaris ilmu terakhir. Karena kakek nenek buyut saya mengalami susah mati kalau ilmunya belum diturunkan.
Untuk mengalahkan rasa takut saya, saya ditunjukkan ilmunya dia, yaitu ilmu menghilang dan ilmu pindah tempat. Waktu saya lihat itu, saya kagum, “Wah, hebat juga nih. Kalau punya ilmu kaya gini, enak juga nih.” Akhirnya saya tertarik.
Untuk belajar ilmu itu saya harus lewati ujian, saya harus lewat kuburan dulu. Tempat gelap yang tidak ada unsur cahaya. Yang diajar mentalnya dulu, dia (kakek saya) hanya melihat dari jauh. Waktu saya disuruh melakukan itu, walau saya masih umur 9 tahun, saya ngga takut. Jadi waktu saya belajar ilmu itu, lihat setan sudah biasa. Karena temannya setan.
Untuk belajar ilmu itu saya harus melakukan berbagai ritual. Ritualnya itu ada yang tujuh hari tidak makan dan tidak minum, yang susah itu di hari pertama dan kedua. Tapi kalau hari pertama dan kedua sudah jadi, hari ketiga dan selanjutnya itu sudah gampang.
Pertama yang saya belajar itu aji tapak banyu, jadi ini ilmu mengambang di atas air. Tahap dasar ilmu ini adalah menyatu dengan alam, untuk bisa mempelajari ilmu selanjutnya harus bisa mempelajari ilmu yang pertama ini dulu.
Ada saat-saat tertentu saya dibawa keperbukitan, dan kegunung itu sudah pasti. Tujuh hari harus puasa mutih, dan kalau makan tidak boleh pakai tangan.
Tidak hanya dari kakek, saya juga belajar ilmu hitam dari nenek, yaitu membunuh dari jarak jauh. Ada ritual darah, yaitu dengan mengorbankan binatang. Waktu itu saya diberitahu, kalau tidak ingin melukai diri sendiri harus membunuh orang. Tapi saya tidak mau, jadi lebih baik saya melukai diri sendiri. Darah saya curahkan, dan darah itu dipersembahkan juga.
Untuk melengkapi itu dipasang susuk untuk kebal senjata. Waktu itu saya masih ingat, jarum emas sama tembaga.
Nenek saya bilang, “Kamu harus makan.”
“Gimana cara makannya nek?”
“Kamu yakin saja..”
Sejak kecilkan saya punya sugesti, saya yakin guru saya tidak akan mencelakakan saya. Waktu saya makan, tenggorokan saya sampai dada saya terasa sakit sekali. Dan tiba-tiba, jarum itu seperti berjalan mengikuti gerakan jari telunjuk guru saya. Karena ilmu santet saya, banyak orang yang datang minta bantuan saya. Terutama pejabat, untuk mengerjai pejabat yang lain. Tapi saya punya batas, tidak membunuh. Saya hanya membuat orang setengah mati saja, hidup tidak matipun tidak.
Waktu itu saya mempelajari ilmu terakhir, Pemengkang Jagat. Kalau saya pukul orang dalam jarak 50 meter, orang itu langsung mati. Itu ilmu santet tingkat tinggi. Ilmu itu punya pantangan tidak boleh menikah, tidak boleh menyentuh wanita, itulah yang paling berat. Ritualnya pun yang paling berat dari semua yang pernah saya jalani. Untuk mengusai ilmu itu butuh waktu beberapa bulan.

Tujuan saya belajar semua ilmu tersebut waktu itu cuma ingin jadi orang nomor satu saja, saya ingin jadi orang yang tanpa tanding. Tapi ketika guru saya meninggal dunia, saya mulai kehilangan arah. Saya ingin mencoba kesaktian saya, tapi saya tidak mau dengan orang biasa. Jadi mulai saat itu saya mulai pergi ke dukun-dukun untuk bertarung dengan mereka. Waktu itu diberbagai tempat di tanah Jawa ini saya kunjungi dan saya kalahkan dukun-dukun itu. Jika ditanya rasa takut, tentu itu ada. Pertama takut ada orang yang tahu kelemahan saya, yang kedua takut kutukan yang akan datang.
Hingga suatu hari saya dibujuk oleh saudara saya untuk mengikuti KKR. Yang berkotbah di KKR itu adalah Pendeta Gilbert. Dia berkata kalau orang Kristen tidak bisa disantet, tidak bisa dimantra-mantrai dan tidak bisa diguna-gunai. Jadi saya coba, saya santet saat itu juga, tapi tidak mempan. Tiba-tiba Pendeta Gilbert ngomong, “Bagi saudara-saudara yang memiliki jimat-jimat atau dukun sekalipun, maju ke depan. Kami undang untuk ke altar call.”
Saya bingung, altar call itu apa? Tak kira tempat adu ilmu. Ngga tahunya malah di doain. Tujuan saya itu untuk bertarung, bukan untuk di doain. Disitu saya tantang Gilbert bertarung.
“Saya tantang kamu bertarung..!”
”Besok pagi silahkan Anda datang kemari..”
Saya langsung pulang, dan malam hari itu saya susah tidur. Besok paginya saya datang jam delapan pagi, disana pendeta-pendeta sudah nungguin saya. Saya bertarung dengan Pendeta Gilbert bukan jarak jauh, jarak dekat satu meter, muka dengan muka. Seperti mukul langsung, bukan alam roh lagi.
Saya pukul, mental balik ke saya. Benteng pertahanan saya hancur, sampai keluar serbuk tembaga dan emas dari mulut saya. Bahkan waktu itu saya muntah darah, tapi Gilbert hanya bilang, “Halleluya.. Halleluya.. Halleluya..” sama bahasa roh gitu. Saya juga bingung, itu bahasa apa. Setiap saya pukul, mental..
Waktu itu, menjelang jam dua belas siang saya bilang sama dia, “Ini ilmu terakhir saya. Kalau saya kalah, saya berguru sama kamu. Kalau saya menang, kamu mati.”
Gilbert ngomong, “Silahkan.” Saya langsung rapal ilmu Mamengkang Jagat. Sekali pukul, batu berjarak 50 meter hancur. Saya konsentrasi baca mantranya, lalu saya buka mata. Saya lihat dari tubuh Pendeta Gilbert keluar cahaya terang. Disitu saya grogi, mau maju atau tidak. Lalu saya ingat pesan guru saya, “Nanti di usia delapan belas tahun, kamu akan melihat suatu cahaya terang. Inilah yang disebut Nur Cahyo.” Tapi saya ambil keputusan untuk maju, saya pukul tapi cahaya itu membuat saya terpental kira-kira 10 sampai 12 meter. Saya kalah, hilang ingatan selama setahun.
Waktu saya kalah itu, semuanya gelap. Tepat satu tahun, waktu itu tahun 1993 ada cahaya datang dan langsung masuk kepala saya. Saya sembuh seketika itu juga. Ada sebuah damai yang luar biasa di hati saya. Kemudian terdengar suara, “Akulah Alpha dan Omega, yang awal dan yang akhir. Raja yang adil dari timur. Aku adalah Aku, Akulah Yahwe. Lalu tiba-tiba cahaya itu berubah menjadi Yesus Kristus. Saya ngga bisa lihat wajahnya, hanya jubahnya dan suaranya yang berkata, “Akulah Yesus.” Disitulah saya bertobat.
Setelah saya sembuh, kebetulah Pendeta Gilbert ada di Solo, maka saya cari dia. Begitu bertemu, saya cerita tentang bertemu cahaya ini. Dia ceritakan tentang Yesus, dan memberitahu saya untuk sekolah Alkitab. Kemudian saya sekolah Alkitab selama tiga tahun, lulus dan melayani Tuhan sampai sekarang.
Dulu waktu belum bertobat, hidup saya tidak bisa tenang dan tidak pernah damai. Tapi setelah bertobat, hidup saya damai dan tahu tujuan hidup saya untuk apa. Setelah saya bertobat, saya tahu ada panggilan untuk saya melayani sehingga saya bisa menjadi berkat untuk banyak orang. Supaya banyak orang tidak tersesat seperti saya dulu sebelum bertobat. 
(Kisah ini ditayangkan 26 Januari 2011 dalam acara Solusi Life di O'Channel).

Cerita Hidup Tentang Rasa Syukur

Ada sebuah keluarga yang sederhana yang didalamnya ada sebuah kehidupan yang amat pahit. Keluarga itu beranggotakan ayah, ibu, seorang anak gadis dan seorang anak laki-laki (adik). Ayahnya hanya seorang kuli, ibunya hanya seorang buruh cuci, ekonomi mereka hanya pas-pasan. Tetapi gadis itu anak yang solekhah, tutur katanya lembut, penuh sopan santun, dan berbakti kepada orang tua.
Suatu ketika keluarga itu mengalami cobaan yang cukup berat. Ayah mereka sakit keras, mereka tidak mampu untuk berobat, dan untuk membawanya ke rumah sakit. Ibu dan anak gadisnya berusaha mencari pinjaman uang untuk berobat ayahnya tapi tidak berhasil. Setiap malam anak gadisnya selalu bangun untuk berdzikir, sholat dan berdoa mengharap kesembuhan ayahnya.
Suatu hari ada orang yang meminjamkan uang, tetapi entah kapan dapat melunasinya, pak Tresno nama orang itu, Alhamdulillah ayah gadis itu bisa sembuh total. Beberapa hari kemudian pada saat gadis itu pulang mengaji, ada pak Tresno dirumahnya. Ia berbicara dengan ayah dan ibunya. Pak Tresno kesana dengan membawa banyak bingkisan untuk keluarga gadis itu. Entah ada apa sebenarnya? Kemudian pak Tresno berpamitan. Berjalan ia bertemu dengan gadis itu, pak Tresno menyapa tapi gadis itu hanya membalas dengan senyuman. “betapa indahnya ciptaan Allah, menciptakan manusia yang begitu sempurna, Gadis itu tak hanya cantik parasnya tetapi hatinya juga secantik wajahnya”, (terlintas dibenak pak Tresno).
Suatu hari pak Tresno menagih hutangnya , tetapi keluarga itu belum sanggup melunasinya. Walaupun mereka dalam keadaan yang tertekan (terlilit hutang) mereka selalu sabar dan pasrah, terutama gadis itu. Lama kelamaan kesabaran pak Tresno memuncak. Ia terpaksa menyita gubuk gadis itu, kalau gubuk itu tidak bisa disita gadis itu harus mau menjadi istri mudanya.
Dengan keadaan yang terdesak gadis itu pergi mencari pekerjaan kekota. Sudah beberapa hari gadis itu kesana kemari, dari tempat satu ketempat yang lainnya dengan tumpuan kedua kaki dan keiklasan hatinya, tak membuat ia lelah. “ya Allah … tabahkan dan sabarkan hati hamba”.

Sesaat kemudian dia pergi kemasjid untuk sholat magrib kemudian duduk diserambi, ia melihat sisa uangnya tinggal Rp 10.000 ya Allah kuserahkan seluruh hidup ini kepada-Mu ya … Allah. Dalam keadaan jauh dari keluarga, ia tak lupa berdoa untuk keluarganya. Pada saat jalan sejenak ada seorang pengemis yang sangat memprihatinkan serasa hati tak kuasa melihatnya. Kemudian gadis itu melihat uangnya iapun memberikan uang itu pada pengemis tadi. Sungguh mulia gadis itu walaupun jalan keadaan yang sangat kritis.
Dia tak tahu harus kemana, rumah tak punya sanak keluarga tak ada. Malam semakin larut, kegelapan yang menyelimutinya menambah kehangata dalam tidurnya. Pagi pun tiba, siraja siang muncul dengan senyumannya entah kenapa hari itu seakan bahagia dan ceria serasa membawa gadis itu kedalam kedamaiannya walaupun perut terasa keroncongan dan tumbuh merasa lengket tak membuat gadis itu aptah semangat.
YA ALLAH TAKDIR ITU HANYA KEHENDAKMU, JIWA RAGA INI HANYA MILIKMU, KUSERAHKAN SELURUH JIWA DAN RAGAKU KEPADAMU.
Setapak demi setapak ia lewati, hari demi hari ia lalui suatu ketika ia disapa seorang ibu setengah baya. Subkhanallah … ia menawari gadis itu pekerjaan, padahal gadis itu tak mengenal dan tak menyangka. Walaupun hanya pekerjaan rumah tangga gadis itu sangat bersyukur, itu merupakan rizki yang mulia.
YA ALLAH ENGKAU TUNJUKKAN KEBESARANMU
Siapaun orangnya selama mengalami kesusahan (cobaan) janganlah engkau menggerutu sabarlah dan berusahalah dan jangan takabur ataupun riya’ disaat engkau diatas.

Trip To Bali

Before the trip: Sebetulnya trip ke Bali ini dibuat cukup mendadak, gak pake arrangement dan sejenisnya. Rencana ke Bali ini cuma digagas sebulan sebelumnya habis pulang dari jalan2 ke Jogja. Di bulan Mei, terus kepikiran buat ngisi liburan di bulan Juni yang ternyata masih kosong. Setalah cek sana sini ke berbagai travel agent, ternyata harga tiket pesawat lagi lumayan melambung … sekitar 800 ribuan per pax, yang kalau dikali sekeluarga terus pulang pergi bisa 6,4 sampe 7 jutaan buat tiketnya doang, belum lagi sewa mobil buat 2 minggu sekitar 3,5 juta … wah kalo diitung-itung, anggaran bisa melambung sampe 35 jutaan … uuppsss .. mana abis jalan-jalan dari Jogja lagi … bisa gawat dan bahaya nih ..
 Setelah browsing di internet tak dapat memangkas biaya perjalanan dengan revolusioner, eh kepikiran deh, gimana kalau ke Bali pake mobil … wewww … it’s a long journey .. sekitar 1.300 kilometer far away from Jakarta .. satu supir .. berdasarkan mesin ajaib bernama kalkulator, anggaran transportasi bisa dipangkas abis bis bis .. dari 10,5 juta jadi sekitar 1,5 juta aja alias diskon 9 juta!!! Haha becanda juga … but why not .. mumpung masih muda, bisa kali nyetir sendiri ke Bali .. kalo capek di break aja sampe 2 malam ..
 Alhasil disusunlah ittenary (rencana perjalanan) menuju Bali buat sekitar 2 minggu, termasuk tempat yang bakal didatengin plus tempat makan, karena konon so many menu babi dan anjing di Bali .. pokoknya kita buat selengkap-lengkapnya, terserah disana mau jadi didatengin apa nggak … yang penting data udah lengkap ..
 Cerita ini bisa dibagi ke dalam dua kategori, pertama, On The Way to Bali – yaitu perjalanan berangkat dan pulang dari dan ke Bali yang memakan waktu tersendiri, yaitu 4 hari pulang pergi, dan kedua Travelling in Bali – yaitu perjalanan ke tempat-tempat wisata di Bali.
 Setelah berbagai logistik dan kelengkapan perjalanan di packing di dalam mobil, dimulailah perjalanan kami.
 Day 1, Wed, 9 Jun 09: seperti seharusnya orang Indonesia, rencana keberangkatan yang harusnya jam 4 pagi teng, mundur ½ jam jadi jam ½ 5, usai sholat shubuh. Kami berangkat dari Cijantung langsung masuk tol pasar rebo hingga Cikampek. Perjalanan cukup lancar dan sampe kawasan Cirebon sekitar jam 9 pagi .. wah lumayan nih .. kalo gak ada halangan dan sesuai rencana, ntar malem bisa nginep di Tuban, Jawa Timur, di tepi laut…
 …………
 Dengan segala perjuangan, akhirnya rencana untuk nginep di Tuban tak bakalan kesampaian. Karena sekrang udah jam 9 malem dan masih ada di Pati. Sebenernya udah capek juga, tapi kayaknya tanggung, jadi target nginep dimundurin di Rembang aja. Mana jalanan di Pati sepiii banget dan masih banyak jalan yang dalam perbaikan. Akhirnya sekitar  jam 10 malem kita sampe di hotel pertama di Rembang, kalo gak salah namanya Hotel Kartini, lumayan juga ada AC, kamar mandi, jadi begitu sampe langsung mandi terus tidur. Lumayan hari ini driving 576 kilometer selama 17 jam!!!!
 Day 2, Thu, 10 Jun 09: setelah lumayan tidur sejenak, padahal tidur juga kurang, gw bangun jam 3 pagi dan mandi lagi biar seger di jalanan … maklum long trip lagi .. hari ini harus sampe Denpasar … not tomorrow ..
 Abis sholat Shubuh di hotel, sekitar jam ½ 5 pagi, berangkat lagi, masih ada 700 kilometer lagi, semoga tak ada perbaikan jalan lagi seperti di Brebes dan Semarang. Pagi2 lumayan lancar jalan menuju Tuban yang jaraknya sekitar 100 kilometer. Di Tuban kita makan di Resto KD sekitar jam 7 pagi, lumayan bagus, anak2 maen ayunan dan bilyar .terus lanjut lagi perjalanan .. yang kayaknya gak banyak perbaikan jalan kayak di Jawa tengah …
 Dasar kamprettt .. lagi enak-enak nyetir, di Lamongan ada orang jail mukul kaca spion .. gak ada kerusakan sih, cuma bikin kesel aja .. sempet gw kejar n pepet .. tapi ya udah deh lewatin aja .. kali pagi2 dia belum dapet sarapan kali ye .. selewat Surabaya .. terus masuk Sidoarjo, lewat tanggul lumpur panas Sidoarjo yang menghebohkan itu .. wuihhh tinggi banget, gw kepikiran gimana kalo tanggul ini pecah ya, bisa kerendem Lumpur .. jadi buruan aja deh lewat sininya .. Alhamdulillah perjalanan melewati Pasuruan dan Probolinggo lancar-lancar aja ..  dan kita sempat makan siang di Pasuruan, tapi begitu masuk kawasan Situbondo, rasanya lama banget n boring .. abis sepanjang sekitar 200 kilometer rasanya cuma ketemu hutan dan jalannya sempit .. meski gak macet ..
 Menjelang Maghrib, akhirnya kita kelihatan juga tuh kapal ferry penyeberangan …horeee .. udah deket Bali .. begitu masuk pelabuhan, ternyata kita mobil terakhir yang masuk ferry, dan setelah kita masuk langsung berangkat ke Bali. Lama penyeberangan sekitar 50 menit dan buat mobil harus bayar tiket 94 ribu perak termasuk manusia-manusia yang didalamnya. Di atas ferry gw sholat sekalian majuin jam 1 jam kemuka, cause ada perbedaan waktu antara Jawa dan Bali.
 Sampe di Bali udah gelap banget .. begitu keluar ferry kita disambut oleh jalanan yang mulus bangett dan panjang .. sayangnya tak ada lampu dan kehidupan di sekitarnya .. jadi agak serem semisal ada ban kempes dsb .. usut punya usut ternyata kita melewati kawasan hutan lindung Taman Nasional Bali Barat … setelah sekian lama driving, kita kletemu kawasan pertama yang berpenduduk, Melaya, lumayan rame juga dan banyak jajanan. Bingung mau makan apa, akhirnya pilihlah nasi goreng. Tapi ampunnn .. bukannnya tak enak, tapi nasi gorengnya gak berasa apa2 sama sekali .. dia cuma digoreng dengan saos warna orange .. tapi yah lumayan lah buat ganjel perut di tengah keheningan malam gini. Usai makan, perjalanan lanjut melewati Negara, Tabanan dan akhirnya masuk Denpasar sekitar jam 10 malem waktu setempat. Setelah cari lokasi penginapan, akhirnya ketemu sekitar jam 11 malem. Ahhh .. sampe juga ye nyetir Jakarta Bali, one man show .. berasa masih muda aja .. akhirnya kita semua tidur dengan nyenyak dengan AC yang dingin ..
 Day 3, Fri, 11 Jun 09: wahhh .. bangun pagi udah ada di Bali .. jadi berasa males-malesan.. apalagi cuapeknya itu …piuhh … menurut ittenary, pagi ini main banana boat or jet ski di Benoa terus ke Nusa Dua sebelum Jumatan. Tapi berhubung capek dan males .. akhirnya let’s ignore the ittenary .. everyday is Sunday in Bali .. ngapain buru-buru … pagi ini cuma cari makan di semacam kedai makan terdekat dengan embel2 warung muslim.. dengan menu ikan goreng … maklum banyak resto babi dan anjing di Bali … jadi waspadalah … huehehe … tapi babi enak kali ya ..
 Kegiatan leyeh2 berlangsung sampe jam 1, waktunya sholat Jumat di Masjid yang jaraknya sekitar 100 meter aja.
 Sesudah Jumatan, tujuan pertama adalah Garuda Wisnu Kencana – ini merupakan proyek besar berupa komplek budaya dengan tema utama patung Garuda Wisnu Kencana. Pembangunan komplek ini digarap oleh seniman Nyoman Nuarta. Sebelum sampe kita makan siang dulu di sebuah Resto Muslim [lagi-lagi buat jaminan halal food]. Masuk ke komplek GWK dikenakan tiket sebesar 20 ribu perak per orang. Disini ada sumber air suci yang katanya tak kunjung kering, terus ada teropong pandang untuk melihat sebagian wilayah Bali dengan masukin koin seharga 5 ribu perak, pertunjukan tari-tarian [waktu itu lagi gak ada show, adanya waktu malam hari].
 Setelah keliling komplek GWK n makan es krim, lanjut lagi deh jalan2nya ke arah selatan, Pura Uluwatu. Tapi unfortunately Linda lagi datang bulan, jadi gak bisa masuk komplek ini. Jadinya cuma foto-foto di luar Pura Uluwatu .. huehehe .. buat bukti udah pernah kesini ..
 Pulangnya kita lewatin Pantai Kuta aja sebentar
Baca selanjutnya di WISATA BALI : Garuda Wisnu Kencana Cultural Park
 Day 4, Sat, 12 Jun 09: Berhubung tidak ada kepastian makanan halal di Bali, jadi diputuskan hari ini diadakan acara masak memasak … lebih jelas dan lebih on time jadwal makannya .. setelah jam 9 pagi, diputuskan hari ini kita menuju Kintamani, Penelokan, Danau Batur dan kalo sempet ke Pasar Sukawati buat belanja pernak pernik ..
Kintamani terletak di dataran tinggi Bali, jadi suhunya lumayan sejuk. Lebih enak di Panelokan kita bisa menikmati suasana Danau Batur, apalagi makan di resto yang ada di atas situ. Tapi malesnya di Panelokan banyak tukang jualan souvenir yang jualannya maksa banget n keroyokan .. udah dibilang gak mau, masih juga maksa .. heran, gak punya kuping kali ye .. pesan hari ini: jangan sekali-kali beli souvenir dari mereka, karena yang lainnya langsung ngeroyok n maksa untuk beli yang punya mereka juga .. seremmm …
 Di danau Batur sebenernya enaknya duduk2 aja sambil makan dan minum yang ringan .. harus santai suasananya .. dan gak boleh keburu-buru .. betah juga leha-leha disini … sambil nunggu diusir sama petugas restonya .. huehehe …
 Tadinya gw pengen ke Trunyan, tempat mayat Bali katanya bisa jalan sendiri ke tempat penampungan terbuka mayat tapi gak bau itu. But, Linda gak mau .. katanya serem bla .. bla .. bla … Finally, batal lah ke Trunyan
 Tadi si Olga telpon, n katanya mau nyusul ke Bali .. hehe .. tapi mau ambil cuti dadakan n cari tiket pesawat .. soalnya lagi peak season katanya, jadi harap2 cemas .. tapi kalau confirmed, mau telpon lagi ntar malam ..
 Day 5, Sun, 13 Jun 09:
Hari ini kita berencana pergi ke Hutan Monyet Sangeh (Baca selanjutnya di WISATA BALI : Hutan Monyet Sangeh). Disinilah ada pura yang memiliki hutan yang dihuni oleh banyak sekali monyet. Biarpun banyak, tapi monyet disini jinak bahkan dapat diajak foto bareng.
….
 Masih di kawasan Sangeh, sepulang dari hutan monyet Sangeh, makan dulu di Warung Bali. Warung lesehan dengan pemandangan pesawahan tradisional Bali. Aneka masakan ayam dan ikan ada disini dan yang penting … gak ada Mr. Pig … huehehe … harga?? Sangat terjangkau apalagi ada view yang asik.
 Perjalanan hari ini berakhir, lalu balik lagi ke Denpasar .. Sampai di Denpasar ada kabar buruk – gw meriang .. badan panas dan gak enak badan .. bbrrrrr … coba minum obat instant .. sambil berharap cepet sembuh aja .. gak lucu kan .. jauh-jauh ke Bali cuma numpang sakit doang …
  Day 6, Mon, 14 Jun 09
Berhubung kondisi fisik masih belum baik juga, hari ini ittenarary terpaksa kembali diabaikan … jadwal rontok semua … tapi agak siang dikit badan udah rada enakan .. ya paksaian deh ke Pasar Guwang buat belanja aja .. daripada bete tidur di rumah mulu … trus agak siangan .. ke Apotik Century yang ada di mall apa ya .. pokoknya yang ada di deket simpangan yang ada patungnya [hehe .. di Bali semua juga ada patungnya ..] ya yang menuju ke sanur, kuta dan airport deh .. disitu beli obat buat radang tenggorokan yang menyiksa ini ….. lumayan mahal sih tapi semoga meredakan serangan radang perusak liburan ini.
 Meski badan masih belum fit, sore ini ke Ngurah Rai Airport buat jemput Olga … huehehe …jadi liburan dadakan nih dia … Olga landing after maghrib … welcome to Bali Olga … dari airport kita gak kemana-mana and langsung pulang ke Denpasar … dan gak ada acara lagi…
 Day 7, Tue, 15 Jun 09
Jadwal pertama hari ini adalah ke Taman Kupu-kupu di Tabanan. Meski Taman Kupu-kupu ini katanya yang terbesar di Asia, tak banyak wisatawan local yang tahu apalagi berkunjung kesini. Mungkin selain kurang promosi, orang Indonesia gak begitu tertarik kali, karena kupu-kupu ada di segala penjuru Indonesia. Taman ini letaknmya di Banjar Sandar, Wanasari, sekitar 6 kilometer sebelah utara Tabanan. Pokoknya kalau mau kesini cari dulu kota Tabanan, abis itu tanya arah ke Wanasari, nah letaknya di sebelah kiri jalan
Baca selanjutnya di WISATA BALI : Taman Kupu-kupu Bali
Dari Taman Kupu-kupu, kita berpindah ke arah Tanah Lot, buat nge lihat pura yang agak ke tengah laut itu. Jadi inget enam tahun lalu pernah kesini, nginep di Le Meridien yang ada di kawasan Tanah Lot … a nice hotel … Disini tempat parkir mobil ke Tanah Lot agak lumayan jauh dan musti jalan kaki. Dalam perjalanan ini pengunjung disuguhi semacam pasar seni yang menjual berbagai souvenir khas Bali. Harga sedikit lebih mahal dari sukowati, tapi gak terlalu jauh lah … lumayan bagi yang gak mau jauh2 ke Sukawati. Sampailah di pinggir laut, but huehehe … ini bukan waktu yang tepat buat ke Pura Tanah Lot!!! Why?? Air laut kayaknya lagi pasang, jadi gak bisa nyebrang ke pura. Inilah keunikan Pura Tanah Lot, pada jam-jam tertentu air antara pinggir laut dan pura yang terletak di seberangnya bakal surut dan memungkinkan pengunjung untuk berjalan menyebrang dan setelahnya air laut akan kembali menutup jalan ke pura. Akhirnya kami liat 2 ular penjaga yang konon sudah hidup ratusan tahun hidup menjaga Pura Tanah Lot. Letak ular ini ada di dalam cerukan di dalam gua yang ada tempat menyebrang ke pura.
Baca selanjutnya di WISATA BALI : Tanah Lot
Dalam rencana hari ini, gw mau nyari sunset view di Kuta, jadi setelah dari Tanah Lot, langsung drive ke arah Kuta. Tiba di Kuta masih agak siangan, sekitar jam 3 sorean, jadi kita pake buat makan siang yang agak telat aja. Pilihan makan hari ini di Nan Xiang @ Kuta yang ada di Hotel Mercure Kuta. Dari sini view bagus dari lantai dua bisa menghadap langsung ke pantai, jadi suasananya lebih OK. Kita juga bisa duduk di sofa yang ada di luar resto yang juga menghadap pantai. Menjelang sunset baru deh pindah ke pantai yang berpasir sambil menghabiskan waktu hingga tenggelamnya matahari di Bali.
 Usai sunset di Kuta, pulanglah kami ke penginapan. Mempersiapkan perjalanan agak jauh esok hari, kea rah utara Bali, Pura Besakih…….
 Day 8, Wed, 16 Jun 09: Besakih, Discovery Shopping Mall
Besakih. Ya hari ini gw mau ke Besakih, yang konon menjadi pusat dari semua pura di Pulau Bali. Pura ini juga konon letaknya tertinggi di Bali. Jalan menuju ke Besakih relative lancar dan jalanan di Bali juga sangat bagus, gak ada yang namanya jalan bolong walau udah jauh dari pusat kota.
Baca selanjutnya di WISATA BALI : Pura Besakih
Day 9, Thu, 17 Jun 09: Tirta Empul, Tampak Siring, Discovery Shopping Mall (A&W)
………………..
Baca selanjutnya di WISATA BALI : Tampak Siring dan Tirta Empul
Day 10, Fri, 18 Jun 09: Sanur, Foto Adat, Pasar Erlangga 2 Dps
Pagi-pagi banget sekitar jam 5 (di Bali jam segini masih bener2 pagi) kita berangkat ke Sanur sambil berharap mau lihat sunrise yang katanya lumayan OK, tapi syaratnya harus dateng pagi bener, biar gak ketinggalan momen. Jarak antara penginapan ke Sanur gak jauh, cuma sekitar 5-10 menit drive, dan sesampainya di Sanur … wuiihhh .. udah penuh manusia yang tujuannya sama mau liat sunrise di Sanur. Gw nyari cari posisi di atas bebatuan pemecah ombak buat ambil photo .. ditunggu dan ditunggu … ternyata cuaca lagi mendung .. dan sunrise GAGAL dilihat … hiks .. hiks … udah kena ombak .. eh gagal lagi … Akhirnya jam ½ 7 kami pulang lengkap dengan photo mendung di Sanur .. huehehe …mana tinggal sebentar lagi liburan di Bali ini .. ya udahlah .. mau mandi dulu …
 Sebenernya hari ini hampir gak ada rencana apa2 … rencananya cuma mau istirahat aja, paling keliling Denpasar aja … dan agak siangan baru kepikir buat bikin kenangan di Bali dengan bikin foto pakaian adat Bali … hehehe … tapi berapa lama ya jadinya … kalo gak kelar n keburu pulang gimana dong …tapi namanya ikhtiar kan gak ada salahnya kan ???
 Sambil keliling Denpasar, kita lihat beberapa studio foto di Denpasar .. ada yang nawarin untuk seminggu lagi baru jadi .. waks … udah keburu pulang ke Jakarta deh … akhirnya kita dapet foto studio di Jalan Sumatera, yang entah apa itu namanya .. mereka bisa bikin foto dalam bentuk CD (nyetaknya di Jakarta aja, lagian kan repot bawa frame segede gubrak ke Jakarta via darat), terus bikin janjian buat bikin foto agak sorean dikit. Sambil nunggu kita sempet pergi ke Pasar Erlangga 2 di Denpasar .. itu semacam toko souvenir ala Sukowati tapi bentuknya kayak supermarket yang rapi dan bayarnya di kasir … barang2nya sih sama aja sama Sukowati, tapi sedikit lebih mahal dan no bargain. Ya cocok deh buat tourist atau orang yang ke Bali yang mau beli oleh2 tapi gak punya waktu ke Sukowati atau Guwang. Disitu cuma beli ikat kepala khas Bali, harganya sekitar 8.000 perak.
Baca selanjutnya di WISATA BALI : Pasar Seni Sukawati, Guwang dan Erlangga
Day 11, Sat, 19 Jun 09
Seperti biasa setelah breakfast dan mandi, sekitar jam 9 pagi kita berangkat lagi buat session terakhir liburan in Bali … gak berasa ya udah 11 hari ninggalin Jakarta .. and we’ll be back to Jakarta soon …
Di sesi terakhir, kita berangkat ke Bedugul yang terletak sekitar 50 kilometer sebelah utara Denpasar .. jalan yang sangat mulus … membuat perjalanan sekitar 1 ½ jam ini gak membosankan … memasuki kawasan Bedugul berasa suhunya mulai agak dingin … nyampe sana kita masuk kawasan Danau Beratan  yang berisi berbagai macam olahraga air … hehe .. demi menjaga stamina buat perjalanan jauh ke Jakarta, diputuskan untuk gak macem2 dulu … buat masuk kesini bayar tiket masuk 7.500 perak per orang .. jadi salah masuk deh kesini … akhirnya kami keluar lagi dari kawasan Danau Beratan setelah sedikit foto2 di depan hotel yang ada di tepi danau …
 Gak jauh dari danau, sekitar 500 meter ada tepian danau yang ternyata viewnya lebih OK daripada tempat pertama .. selain tempatnya lega juga ada pemandangan Pura Ulun Danu di tepi danau. Dan dibelakang kita ada mesjid Hidayatullah yang terletak agak tinggi dari jalanan. Di tepi danau kita makan siang .. dan setelah makan siang, baru deh sholat dzuhur di masjid Hidayatullah. Anak tangganya banyak banget … lumayan capek juga buat oran gak pernah olah raga … tapi pemandangan dari atas mesjid malah bagus lho .. terlihat dengan jelas pemandangan danau, pura ulun danu dan suasana sekitar .. yah lumayan deh buat foto2 sedikit …
 Setelah foto2, kami pun langsung balik lagi ke Denpasar. Tak lupa sebagai perjalanan terakhir, kita mampir lagi ke Pasar Seni Sukowati dan Pasar Guwang yang tak jauh dari Sukowati buat beli oleh2 dan rupa2, terus mendarat di penginapan di Denpasar. Sorenya cetak beberapa foto di Bali buat sedikit preview …
 Day 12, Sun, 20 Jun 09:
Di hari kedua belas ini, udah gak ada kegiatan traveling kemana-mana lagi, demi menjaga stamina buat driving sejauh 1.300 kilometer … waks … hari ini cuma belanja logistik aja ke Carrefour buat perjalanan pulang, seperti minuman, dan snack. Tapi agak siangan dikit eh rasanya masih mau beli frame cermin buat ruang tamu … hehehe … akhirnya kita kabur sebentar ke Sukawati buat beli 2 frame seharga 70.000, setelah melalui nego yang alot.
 Selebihnya gw cuci mobil dan packing barang serta oleh2, karena besok rencananya bakal berangkat jam 4 pagi … lumayan pagi kan …jadi besok tinggal take off menuju Pulau Jawa.
 Oya agak siangan gw ambil foto adat dulu, dalam bentuk CD. Malemnya ke Carrefour lagi buat beli kekurangan ini dan itu, dan terus tidur
 Day 13, Mon, 21 Jun 09:
Jam ½ 3 gw udah bangunnnnn … terus langsung mandi and final check …pas jam 4 kita berangkat ke Airport Ngurah Rai buat nge drop Olga yang pulang pake pesawat … hahaha .. dia dalam beberapa jam udah bakal sampe Jakarta, sementara gw masih dua hari lagi … perjalanan ke Ngurah Rai ditempuh sekitar 10 menit, begitu di drop, kita langsung take off menuju Pulau Jawa …. Sekitar jam ½ 7 kita sudah sampe pelabuhan Gilimanuk, and jadi mobil pertama yang masuk ferry, tapi ternyata gak nunggu penuh buat berangkat. Setelah 10 menit nungguu, ferry pun berangkat menuju Jawa. Bye ..bye Bali .. see you again next trip …
 Jam pun dikurangin 1 jam untuk menyesuaikan dengan jam waktu Jawa. Kali ini breakfast di atas ferry.
 Setengah tujuh waktu Banyuwangi, mobil gw udah mendarat di Pelabuhan Ketapang … dan perjalanan menyusuri Jawa pun dimulai. Seperti waktu berangkat menuju Bali, rute perjalanan Banyuwangi sampai Pasuruan terasa agak membosankan .. mungkin gara2 perjalanan yang agak berkelak kelok dan tak banyak keramaian yang dilewati. Begitu sampai Pasuruan, suasana agak mendingan, nggak terlalu ngebosenin ..
  Sekitar jam 1 siang, sholat dzuhur di pom bensin Pasuruan … terus gak berasa udah ngelewatin Surabaya .. eh keluar tol bingung, mau lewat Lamongan, jadi lewat Paciran  dst … dst … suasananya tepi laut banget .. jadi kalo buka kaca dikit udah bau ikan asin  …puff ,…
 Perjalanan pulang kali ini relatif cepet, sekitar jam 8 malam udah sampe Pati. Disini agak susah juga ya cari makan di malam hari. Setelah pilah pilih akhirnya kita makan menu ayam goreng di tepi jalan di Pati. Bingung juga cari hotel di Pati, ditelponin dari daftar hotel yang bawa dari Jakarta, kok resepsionisnya rada bloon semua .. kok pada bingung .jawabnya … ah daripada kaco, mendingan paksain dikit lagi deh ke Kudus, pasti disana ada hotel yang waras .. sekitar jam 9 malem udah nyampe Kudus, dan kita tebak2an pilih Duta Wisata Hotel .. cari-cari sempet nyasar di Kudus juga nih  … tapi udah deh peduli amat, yang penting bias rebahan sambil nunggu besok pagi .. akhirnya ketemu juga hotel yang rada masuk gang ini …tapi untungnya .. hotelnya lumayan bagus .. katanya sering dipake buat tamu perusahaan rokok Djarum Kudus .. kamarnya luas .. kamar mandi bersih .. dan tak lama kemudian tidurlah kami semua setelah sholat Isya …
 Day 14, Tue, 22 Jun 09: Kudus – Jakarta
Jam ½ 4 pagi gw udah bangun dan terus mandi juga ngelap Xenia, cek radiator dan dibersihin dikit .. setelah persiapan standard an juga sholat shubuh, pada jam ½ 5, kita kembali take off from Kudus … lagi2 perjalanan pulang ini lumayan lancar, sekitar jam 6 pagi udah ngelewatin tol Semarang dan jam ½ 8 transit dulu di Sate Subali di Subah Jawa Tengah buat sarapan pagi.
 Jam 1 siang kita makan siang dan sholat dzuhur di Restoran Seafood pinggir pantai di Indramayu … huehehe … udah makin deket aja bau Jakarta. Setelah 1 jam kita berangkat lagi non stop menuju Cijantung.
 Dan akhirnya pada jam 4 sore, kami semua tiba di Jakarta dengan aman dan selamat.

-Bayu Listiaji-

Kamu Sangat Diberkati

Pernah nggak sih kamu ngerasain kalo hidup itu bener-bener ‘bad’ dan nggak berarti lagi dan berharap, coba kalo kita bisa ada di kehidupan yang lain! Saya akui, saya cukup sering merasa begitu. Saya pikir, hidup ini kayanya cuma nambahin kesulitan-kesulitan saya aja ! ‘Kerja menyebalkan’, hidup tak berguna’, dan nggak ada sesuatu yang beres !
Tapi semua itu berubah… sejak kemarin…
Pandangan saya tentang hidup ini benar-benar telah berubah ! Tepatnya terjadi setelah saya bercakap-cakap dengan teman saya. Ia mengatakan kepada saya bahwa walau ia mempunyai 2 pekerjaan dan berpenghasilan sangat minim setiap bulannya, namun ia tetap merasa bahagia dan senantiasa bersukacita.
Saya pun jadi bingung, bagaimana bisa ia bersukacita selalu dengan gajinya yang minim itu untuk menyokong kedua orangtuanya, mertuanya, istrinya, 2 putrinya, ditambah lagi tagihan-tagihan rumah tangga yang numpuk!
Kemudian ia menjelaskan bahwa itu semua karena suatu kejadian yang ia alami di India. Hal ini dialaminya beberapa tahun yang lalu saat ia sedang berada dalam situasi yang berat.
Setelah banyak kemunduran yang ia alami itu, ia memutuskan untuk menarik nafas sejenak dan mengikuti tur ke India. Ia mengatakan bahwa di India, ia melihat tepat di depan matanya sendiri bagaimana seorang ibu MEMOTONG tangan kanan anaknya sendiri dengan sebuah golok!!
Keputusasaan dalam mata sang ibu, jeritan kesakitan dari seorang anak yang tidak berdosa yang saat itu masih berumur 4 tahun! terus menghantuinya sampai sekarang.
Kamu mungkin sekarang bertanya-tanya, kenapa ibu itu begitu tega melakukan hal itu? Apa anaknya itu ’so naughty’ atau tangannya itu terkena suatu penyakit sampai harus dipotong? Ternyata tidak !
Semua itu dilakukan sang ibu hanya agar anaknya dapat …MENGEMIS…!
Ibu itu sengaja menyebabkan anaknya cacat agar dikasihani orang-orang saat mengemis di jalanan ! Saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini, tetapi ini adalah KENYATAAN!
Hanya saja hal mengerikan seperti ini terjadi di belahan dunia yang lain yang tidak dapat saya lihat sendiri !
Kembali pada pengalaman sahabat saya itu, ia juga mengatakan bahwa setelah itu ketika ia sedang berjalan-jalan sambil memakan sepotong roti, ia tidak sengaja menjatuhkan potongan kecil dari roti yang ia makan itu ke tanah. Kemudian dalam sekejap mata, segerombolan anak kira-kira 6 orang anak sudah mengerubungi potongan kecil dari roti yang sudah kotor itu… mereka berebutan untuk memakannya! (suatu reaksi yang alami dari kelaparan).
Terkejut dengan apa yang baru saja ia alami, kemudian sahabatku itu menyuruh guidenya untuk mengantarkannya ke toko roti terdekat.
Ia menemukan 2 toko roti dan kemudian membeli semua roti yang ada di kedua toko itu ! Pemilik toko sampai kebingungan, tetapi ia bersedia menjual semua rotinya. Kurang dari $100 dihabiskan untuk memperoleh 400 potong roti (jadi tidak sampai $0,25 / potong) dan ia juga meng- habiskan kurang lebih $ 100 lagi untuk membeli barang keperluan sehari-hari. Kemudian ia pun berangkat kembali ke jalan yang tadi dengan membawa satu truk yang dipenuhi dengan roti dan barang-barang keperluan sehari-hari kepada anak-anak (yang kebanyakan CACAT) dan beberapa orang-orang dewasa disitu! Ia pun mendapatkan imbalan yang sungguh tak ternilai harganya, yaitu kegembiraan dan rasa hormat dari orang-orang yang kurang beruntung ini!
Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia merasa heran bagaimana seseorang bisa melepaskan kehormatan dirinya hanya untuk sepotong roti yang tidak sampai $ 0,25 ! Ia mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri, betapa beruntungnya ia masih mempunyai tubuh yang sempurna, pekerjaan yang baik, juga keluarga yang hangat. Juga untuk setiap kesempatan dimana ia masih dapat berkomentar mana makanan yang enak, mempunyai kesempatan untuk berpakaian rapi, punya begitu banyak hal dimana orang-orang yang ada di hadapannya ini AMAT KEKURANGAN !
Sekarang aku pun mulai berpikir seperti itu juga ! Sebenarnya, apakah hidup saya ini sedemikian buruknya ? TIDAK, sebenarnya tidak buruk sama sekali !! Nah, bagaimana dengan kamu ?
Mungkin di waktu lain saat kamu mulai berpikir seperti aku, cobalah ingat kembali tentang seorang anak kecil yang HARUS KEHILANGAN sebelah tangannya hanya untuk mengemis di pinggir jalan !
Saudara, banyak hal yang sudah kita alami dalam menjalani kehidupan kita selama ini, sudahkah kita BERSYUKUR ? Apakah kita mengeluh saja dan selalu merasa tidak puas dengan apa yang sudah kita miliki ?

- Theresia Ratih Sawitridjati -