Kamis, 13 Februari 2014

Berkat Tuhan

Berkat yang dimengerti jemaat gereja ada dua, yaitu berkat jasmani dan berkat rohani, tetapi di dalam pengajaran sebagian gereja lebih menitik beratkan kepada berkat jasmani atau berkat duniawi, sedangkan berkat rohani atau berkat sorgawi hanya dijadikan pengajaran pelengkap saja. Bahkan ada gereja yang terang-terangan mengajarkan bagaimana untuk mendapatkan berkat duniawi itu, sehingga hidup mereka penuh kelimpahan berkat duniawi. Secara akademis pengajaran seperti ini dikenal dengan nama Theologi Kemakmuran atau Theologi Sukses.

Dengan dasar theologi ini ada beberapa gereja yang kemudian bertumbuh menjadi besar dengan jumlah jemaat sampai puluhan ribu orang jemaat, bahkan ada yang mencapai ratusan ribu orang jemaat. Mereka dapat membangun komplek gereja seluas beberapa hektar sampai puluhan hektar dengan fasilitas yang lengkap dan istimewa . Dengan hasil pencapaian sedemikian ini maka mereka yakin akan "kebenaran" pengajaran Theologi sukses itu karena pengalaman kesuksesan duniawi yang mereka peroleh menjadi bukti bahwa mereka diberkati Tuhan, sehingga lebih jauh mereka menyatakan bahwa ajaran itu sudah sesuai dengan Firman Tuhan .Pertanyaan pertama adalah "apakah Tuhan Yesus mengajarkan tentang hal-hal duniawi ? ataukah tentang hal-hal rohani ? ataukah mengajarkan kedua-duanya ?"

Banyak sekali ayat-ayat Alkitab (sekurang-kurangnya ada 120 ayat) yang berbicara tentang berkat, di dalam Perjanjian Lama ada 112 ayat yang tersebar dalam 19 kitab dan di dalam Perjanjian Baru ada 24 ayat yang terdapat dalam 3 Injil dan 9 suratan. Dari begitu banyak ayat-ayat Alkitab yang membahas tentang berkat, adalah ayat dalam Kitab Maleakhi yang menjadi ayat terpenting dari pengajaran Theologi Sukses itu:

Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit, dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. (Mal. 3:10)

Ini merupakan ayat dalam Alkitab yang menjadi dasar dari ajaran kemakmuran yang diajarkan gereja-gereja itu dan sangat digemari oleh jemaat, terutama jemaat yang mempunyai latar-belakang pengusaha/ pedagang. Dalam prakteknya ajaran ini diyakini jemaat tertentu yang ekonominya kemudian berkembang secara signifikan setelah mereka menjadi anggota jemaat gereja yang mengajarkan Theologi Kemakmuran itu. Tetapi pada kenyataannya tidak semua anggota jemaat mempunyai pengalaman sukses seperti mereka, tetapi kebalikan dari pada itu, banyak atau sebagian besar diantara anggota jemaat gereja tersebut yang tetap mengalami kesulitan ekonomi; alih-alih mengalami kemakmuran yang diharapkan, diantara mereka bahkan ada yang mengalami kesulitan ekonomi yang bertambah parah, karena mereka dalam kesulitannya itu masih berkewajiban untuk menyetorkan persepuluhan kepada "Tuhan" agar mereka dapat diberkati.
Mendapatkan kenyataan seperti ini, kemudian pertanyaan ke dua yang muncul adalah : "Sudah sesuai kah ajaran gereja yang demikian dengan ajaran Tuhan Yesus?"
Sampai disini maka ada dua pertanyaan yang harus dijawab untuk mendapatkan kesimpulan tentang ajaran Theologi Kemakmuran di atas.

1. Apakah Tuhan Yesus mengajarkan tentang hal-hal duniawi ? ataukah tentang hal-hal rohani ? ataukah mengajarkan kedua-duanya?

Bila kita membaca Kitab Injil maka yang didapatkan di dalamnya adalah bahwa Tuhan Yesus banyak menggunakan perumpamaan-perumpamaan untuk memberitahukan ajaranNya tentang Kerajaan Sorga. Dan tanpa perumpamaan Tuhan tidak mengajar segala sesuatu kepada murid-muridNya dan kepada orang banyak. Dan dikatakanNya juga bahwa Ia mengajar dengan perumpamaan agar yang mendengarkanNya tidak mengerti dan yang melihatnya tidak menanggap; tetapi kepada murid-muridNya diberikanNya karunia untuk mengerti arti perumpamaan-perumpamaan yang diajarkanNya itu.

Mat. 13:11-17 Jawab Yesus: "Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.
Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya.

Mat. 13:34 Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatu pun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: "Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan."

Jadi yang diajarkanNya adalah tentang rahasia Kerajaan Sorga bukan tentang Kerajaan Dunia. Dengan perkataan lain bahwa Tuhan Yesus jelas mengajarkan hal-hal yang bukan duniawi, melainkan mengajarkan hal-hal yang rohani. Dan tentang hal-hal duniawi Ia hanya memberikan nasihat agar manusia tidak kuatir akan segala sesuatu tentang hidupnya, baik soal makan-minum-pakaian maupun masa depan mereka.

Mat. 6:25-34 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian? Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya? Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari."

Dalam doa yang diajarkan Tuhan kepada murid-muridNya, Ia sekali lagi menegaskan bahwa orang tidak perlu meminta hal-hal duniawi dalam doanya, karena Tuhan sudah mengetahui kebutuhannya. Tetapi Ia mengajarkan untuk berdoa meminta mengenai hal-hal yang rohani, sehingga dapat terlepas dari jerat iblis dan setan.

Mat. 6:8-13 Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. [Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.]

2. Apakah ajaran gereja tentang kemakmuran sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus?

Dari kesimpulan pada pertanyaan pertama di atas maka dapat pula untuk mengambil kesimpulan untuk pertanyaan yang ke dua. Ajaran tentang kemakmuran yang dikenal dengan Theologi Sukses itu lebih menitik beratkan pada hal-hal yang duniawi daripada hal-hal yang rohani, sedangkan ajaran Tuhan Yesus jelas dan dengan tegas menekankan hanya pada hal-hal rohani. Bila demikian maka dapat dengan tegas pula di ambil kesimpulan bahwa ajaran gereja tentang kemakmuran tidak sesuai dengan ajaran Tuhan Yesus. Kesimpulan ini juga sesuai dengan perkataan Tuhan Yesus bahwa tidak dapat seorang secara bersamaan menghambakan dirinya pada Allah dan kepada Mamon.

Mat. 6:24 Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."

Dari pembahasan di atas maka dapat diambil suatu pelajaran bahwa masalah berkat duniawi bagi masing-masing orang adalah merupakan hak Allah (hak prerogatif Allah) untuk memberikan secara berkelimpahan ataukah secukupnya saja tanpa membeda-bedakannya. Karena Allah memberi berdasarkan kerelaanNya sendiri, tidak tergantung pada keadaan orang yang bersangkutan dan telah ditentukanNya jauh sebelum orang yang bersangkutan dilahirkan ke dunia. Apabila Allah telah menentukan seseorang untuk memperoleh berkat duniawi yang berlimpah, biarpun ia tidak hidup sesuai dengan yang diinginkan Allah, orang tersebut tetap memperoleh berkat duniawi yang berlimpah. Sebaliknya orang yang ditentukanNya untuk mendapat berkat secukupnya saja, biarpun ia sudah beriman kepada Tuhan Yesus dan menjadi orang yang saleh, tetap saja ia tidak akan mendapatkan berkat yang berlimpah. Karena dimata Tuhan, seorang yang diberikanNya berkat yang banyak diharapkan dapat menggunakan semua yang dimilikinya untuk memuliakanNya dengan perbuatan "Kasih" (Luk. 16:9). Sebaliknya kepada seorang yang diberikan berkat hanya secukupnya saja juga diinginkanNya untuk dapat memuliakan Tuhan dengan perbuatan "Kasih" dengan keberadaannya itu.
Jadi baik yang berkelimpahan berkat maupun yang tidak berkelimpahan berkat sama-sama dapat memuliakan Tuhan dengan perbuatan "Kasih" yang menyenangkanNya.

Luk.16:9 Dan Aku berkata kepadamu: Ikatlah persahabatan dengan mempergunakan Mamon yang tidak jujur, supaya jika Mamon itu tidak dapat menolong lagi, kamu diterima di dalam kemah abadi."

Bahkan lebih lanjut Tuhan Yesus mengatakan dengan perumpamaan, bahwa orang kaya akan sangat sulit untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Dengan pernyataanNya itu dapat dimengerti bahwa Tuhan Yesus tidak mungkin mengajarkan murid-muridNya dan orang banyak yang datang kepadaNya, 'Theologi Kemakmuran' itu. Karena Tuhan Yesus menginginkan semua orang yang percaya kepadaNya dapat masuk ke dalam KerajaanNya.

Mat.19:23-24 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
__________________ Hal Kerajaan Allah seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. Mat.13:45-46

Rabu, 12 Februari 2014

Kutuk : Penyebab dan Cara Pelepasan

Kutuk itu nyata, bukan dongeng, sampai sampai Yesus Kristus bersedia mengorbankan dirinya sendiri sebagai pengganti kutuk untuk anda dan saya. Definisi kutuk dari firman : kepala dan bukan ekor. Kepala adalah menentukan, sedang ekor adalah ditentukan. Apakah anda ditentukan kondisi atau anda menentukan kondisi? Apakah anda ditentukan uang atau anda yang menentukan uang dst.

Kutuk datang melalui :

1. Ucapan
a. Amsal 12:18. Ada orang yang lancang mulutnya seperti tikaman pedang, tetapi lidah orang bijak mendatangkan kesembuhan.
b. Amsal 15:4. Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.
c. Amsal 18:21. Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.

2. Benda-benda
a. Patung-patung
b. Jimat – Keris, Gambar, Antakusumo

3. Pemujaan terhadap berhala Keluaran 20:1. Lalu Allah mengucapkan segala firman ini: 2 “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. 3 Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. 4 Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. 5 Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku,

4. Tidak menghormati orang tua. Keluaran 20:12. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

5. Tidak adil kepada yang lemah..

6. Sex menyimpang Ulangan 27:20 Terkutuklah orang yang tidur dengan isteri ayahnya, sebab ia telah menyingkapkan punca kain ayahnya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! 21 Terkutuklah orang yang tidur dengan binatang apapun. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! 22 Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah atau anak ibunya. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin! 23 Terkutuklah orang yang tidur dengan mertuanya perempuan. Dan seluruh bangsa itu haruslah berkata: Amin!

7. Anti Semitisme

8. Kedagingan, pemurtadan Yeremia 17:5. Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

9. Mencuri, sumpah palsu, merampok Tuhan. Hagai 1:4 “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? 5 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! 6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang!

10. Melalui tokoh-tokoh

11. Pelayan Tuhan. Daud mengutuki bukit Gilboa. Sampai sekarang tetap tandus meski pemerintah Israel rajin menyiraminya. 2 Samuel 1:21 Hai gunung-gunung di Gilboa! jangan ada embun, jangan ada hujan di atas kamu, hai padang-padang pembawa kematian! Sebab di sanalah perisai para pahlawan dilumuri, perisai Saul yang tidak diurapi dengan minyak.

12. Mengutuki diri sendiri Matius 12:36 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman. 37 Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum.”

13. Kutuk dari pelayan iblis – dukun. Bilangan 22:6 Karena itu, datanglah dan kutuk bangsa itu bagiku, sebab mereka lebih kuat dari padaku; mungkin aku sanggup mengalahkannya dan menghalaunya dari negeri ini, sebab aku tahu: siapa yang kauberkati, dia beroleh berkat, dan siapa yang kaukutuk, dia kena kutuk.”

14. Doa, ucapan akibat dorongan jiwa seseorang, misalnya fitnah, kritik, menghujat.. Yakobus 4:11. Saudara-saudaraku, janganlah kamu saling memfitnah! Barangsiapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan menghakiminya; dan jika engkau menghakimi hukum, maka engkau bukanlah penurut hukum, tetapi hakimnya.


TUKAR POSISI
1. Kekayaan – 2 Korintus 8:9 Karena kamu telah mengenal kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, bahwa Ia, yang oleh karena kamu menjadi miskin, sekalipun Ia kaya, supaya kamu menjadi kaya oleh karena kemiskinan-Nya.

2. Penyembuhan – Yesaya 53:4. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. 5 Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.

3. Maut – Ibrani 2:9 Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.

4. Kebenaran – 2 Korintus 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.

5. Keselamatan – 1 Tesalonika 5:23. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.


LANGKAH –LANGKAH MEMUTUSKAN KUTUK
1. Akui iman anda di dalam Yesus Kristus. Roma 10:10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

2. Bertobat dari semua dosa, baik sendiri maupaun dosa leluhur.

3. Akui dosa dari diri sendiri atau dosa leluhur.

4. Ampuni semua orang yang bersalah kepada anda. Markus 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu.”

5. Tinggalkan kontak dengan okultisme.

6. Melepaskan diri Matius 18:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya apa yang kamu ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga.


Setalah itu kita mengucapkan doa ucapan terima kasih;
1. saya berterima kasih Tuhan karena Engkau telah mencabut dan membatalkan semua kutuk yang terjadi atas diri saya.
2. Terima kasih Tuhan karena saya sudah dipindahkan ke kerajaanMu.
3. Terima kasih Tuhan bahwa iblis tidak lagi klaim apapun juga yang saya punya.
4. Terima kasih Tuhan, mulai sekarang kepenuhan surgawi melingkupi saya selamanya.

Semoga bermanfaat.. Selamat membaca..
Tuhan memberkati..

Tarian Perang Profetik

Tarian Perang Profetik adalah tarian untuk mengikat kuasa-kuasa kegelapan, mengusir roh-roh jahat, membangun tembok, menduduki kota, mengalahkan musuh, memukul mundur lawan, membalikkan keadaan.

Kembalilah, kembalilah, ya gadis Sulam, kembalilah, kembalilah, supaya kami dapat melihat engkau! Mengapa kamu senang melihat gadis Sulam itu seperti melihat tari-tarian perang?
(Kidung Agung 6:13)

TUHAN itu pahlawan perang; TUHAN, itulah nama-Nya. (Keluaran 15:3)

Dalam peperangan rohani kita menggunakan senjata-senjata. Senjata yang Tuhan berikan bukanlah senjata duniawi, tetapi senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah.


Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.
(2 Korintus 10:4)


Tubuh kita adalah senjata kebenaran.

Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.
(Roma 6:13)

Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu.
(Efesus 6:11,13)

Arti-arti Senjata dalam Tarian Profetik

1. Tongkat: 

Pukullah tongkatmu maka terbelahlah lautan kesusahan


• Lambang otoritas (Kejadian 49:10)

• Membuat tanda-tanda mujizat (Keluaran 4:17)
 
• Untuk berperang (Keluaran 17:9)

• Menguduskan persembahan bagi Tuhan (Imamat 27:32)

• Menggali sumur dan kekayaan bangsa-bangsa (Bilangan 21:17)

• Meremukkan pelipis-pelipis dan menghancurkan musuh (Bilangan 24:17)

• Menewaskan musuh (Hakim-hakim 3:31)

• Pujian/ucapan syukur -Yehuda- merupakan tongkat Kerajaan (Mazmur 108:8)

• Memerintah di antara musuh-musuh. (Mazmur 110:2)

• Mendidik (Mazmur 22:15)

• Mendatangkan hikmat (Mazmur 29:15)

• Menghancurkan lawan (Yesaya 30:32)

• Membawa masuk kepada kebenaran (Yehezkiel 20:37, Ibrani 1:8)

• Lambang penggembalaan (Zakharia 11:7)


2. Bokor/bejana adalah kemampuan menangkap hadirat Tuhan



• Mentahirkan (Bilangan 7:61, 84)

• Wangi-wangian bagi Tuhan (Keluaran 30:7, 40:27, 2 Tawarikh 2:4, Amsal 27:9)









3. Selendang adalah jubah urapan dalam kehidupan


• Anugerah (Yakobus 1:17, Mazmur 5:13)

• Mengumpulkan berkat (Ruth 3:15)

• Membebat yang terluka (Ayub 5:18)

• Jubah (Yesaya 61:10)










4. Twirling adalah aliran atmosfir surga memberi semangat kegerakan yang tidak terhentikan






• Pesta (Kidung Agung 2:4)


• Sepakat (1 Samuel 14:7)


• Urapan yang mengalir (Mazmur 133:2)


• Membangun suasana (Mazmur 30:12)











5. Kipas adalah pembangkit semangat


• Mengobarkan karunia, kemurnian, dll
   (2 Timotius 1:6)

• Menyala-nyala dan pembangkit semangat
   (Roma 12:11)















6. Flower Rings/Ring Api adalah lingkupan kuasaNya



• Unity (Mazmur 133:1-3)

• Meterai (Kejadian 41:42)

• Perjanjian Tuhan (Kejadian 9:13)

• Perjanjian yang baru (Lukas 15:22)

• Lidah api lambang Roh Kudus, api kegerakan, api cinta, api lawatan. (Kidung Agung 8:6)


7. Tambourine, 

pecahkan semua rencana iblis dengan suara gemerincingmu.

• Membuka jalan bagi nubuatan (1 Samuel 10:5)

• Kemenangan (1 Samuel 18:6)

• Menari sekuat tenaga
(2 Samuel 6:5, 1 Tawarikh 13:8, Ayub 21:12, Mazmur 68:25, 81:2)

• Bermazmur (Mazmur 149:3, 150:4)

• Berperang dan mengacaukan musuh (Yesaya 30:32)

• Mengembalikan tarian yang dibawa jatuh oleh Lucifer (Yeremia 31:4)



8. Bunga adalah hati yang bermekaran memuji Tuhan




• Menggambarkan kandil, lambang kegerakan dan Lawatan (Keluaran 25:33 dan 34, 37:19-20)

• Keharuman (1 Raja-raja 6:29, 6:32)

• Lambang cinta (Kidung Agung 2:1)







9. Baskom pembasuhan adalah kerendahan hati dan hati hamba



• Hati hamba dan kerendahan hati (Mazmur 22:26, Yesaya 57:15)














10. Pedang dan perisai

Pedang



Angkatlah pedangmu!
Koyakkan selubung, kalahkan musuh, pancung kepala raksasa, rebut kota demi kota, hai Pahlawan Tuhan!

• Dikatakan bahwa kerub mempunyai pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, yaitu Firman Tuhan, api Roh Kudus, kuasa yang ajaib, kebangkitan yang besar, gelora cinta. (Kejadian 3:24)

• Mengalahkan musuh(Keluaran 17:13, Imamat 26:8)

• Merebut suatu daerah dan menduduki kota (Kejadian 48:22, Yosua 10:30)

• Mengacaukan musuh (Hakim-hakim 4:15)
 
• Memancung kepala raksasa (1 Samuel 17:51)

• Apapun yang kelihatannya biasa dalam hidup kita kalau ditempa akan jadi senjata rohani yang luar biasa. Dalam kelemahan kita, kita akan berkata bahwa aku ini pahlawan. (Yoel 3:10)

• Menembus jiwa untuk menyingkapkan selubung dapam hidup kita (Lukas 2:34-35)

• Ada harga yang harus dibayar (Lukas 22:36)

• Firman Tuhan adalah pedang bermata dua (Wahyu 1:16, 2:12)


Perisai

Pergunakanlah perisai iman yang akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat. KesetiaanNya ialah perisai dan pagar tembok.
• Pertolongan Tuhan (Ulangan 33:29)
• Perlindungan (2Samuel 22:31)
• Keselamatan (2 Samuel 22:36)
• Formasi perisai yang digambarkan lewat punggung buaya (Ayub 41:16)
• Untuk bertempur. (Yeremia 46:3)
• Iman, memadamkan panah api dari si jahat (Efesus 6:16)








11. Banner. 
Angkatlah panji-panjiMu! Masuki peperangan dan kegerakan pasukan Allah yang kuat.


• Jehovah Nissi. Peperangan bicara tentang mezbah, meletakkan korban. (Keluaran 7:15)

• Untuk peperangan (Keluaran 17:16)

• Identitas (Bilangan 1:52)

• Memanggil jiwa, mengumpulkan orang-orang yang terbuang (Yesaya 5:26, 11:12)

• Membuka dan mempersiapkan jalan (Yesaya 62:10)

• Memperingatkan rakyat (Yeremia 4:21)

• Waktu kita mengangkat panji kita sedang meninggikan nama Tuhan yang akan menarik banyak orang datang kepadaNya. (Mazmur 20:5)

                                                                      • Berlindung terhadap panah (Mazmur 60:4)






12. Arrow (Anak Panah) Begitu cepat dan tajam, tepat pada sasaran. Inilah anak panah kemenangan.



• Percepatan (Zakharia 9:14)

• Ketajaman (Mazmur 45:6)

• Ketepatan/Ketajaman (Yesaya 49:2)





Senin, 02 Desember 2013

Simon, Matrena, dan Mikhail

Jaman dahulu kala di Rusia hidup pasangan suami-istri Simon dan Matrena. Simon yang miskin ini adalah seorang pembuat sepatu. Meskipun hidupnya tidaklah berkecukupan, Simon adalah seorang yang mensyukuri hidupnya yang pas-pasan. Masih banyak orang lain yang hidup lebih miskin daripada Simon. Banyak orang-orang itu yang malah berhutang padanya. Kebanyakan berhutang ongkos pembuatan sepatu. Maklumlah, di Rusia sangat dingin sehingga kepemilikan sepatu dan mantel merupakan hal yang mutlak jika tidak mau mati kedinginan.

Suatu hari keluarga tersebut hendak membeli mantel baru karena mantel mereka sudah banyak yang berlubang-lubang. Uang simpanan mereka hanya 3 rubel (rubel = mata uang Rusia) padahal mantel baru yang paling murah harganya 5 rubel. Maka Matrena meminta pada suaminya untuk menagih hutang orang-orang yang telah mereka buatkan sepatu. Maka Simon pun berangkat pergi menagih hutang. Tapi tak satupun yang membayar. Dengan sedih Simon pulang. Ia batal membeli mantel.

Dalam perjalanan pulang, Simon melewati gereja, dan saat itu ia melihat sesosok manusia yang sangat putih bersandar di dinding luar gereja. Orang itu tak berpakaian dan kelihatan sekali ia sangat kedinginan. Simon ketakutan, “Siapakah dia? Setankah? Ah, daripada terlibat macam-macam lebih baik aku pulang saja”. Simon bergegas mempercepat langkahnya sambil sesekali mengawasi belakangnya, ia takut kalau orang itu tiba-tiba mengejarnya.

Namun ketika semakin jauh, suara hatinya berkata, “HAI SIMON, TAK MALUKAH KAU ?? KAU PUNYA MANTEL MESKIPUN SUDAH BERLUBANG-LUBANG, SEDANGKAN ORANG ITU TELANJANG. PANTASKAH ORANG MENINGGALKAN SESAMANYA BEGITU SAJA ??”

Simon ragu, tapi akhirnya toh ia balik lagi ke tempat orang itu bersandar. Ketika sudah dekat, dilihatnya orang itu ternyata pria yang wajahnya sungguh tampan. Kulitnya bersih seperti kulit bangsawan. Badannya terlihat lemas dan tidak berdaya, namun sorot matanya menyiratkan rasa terima kasih yang amat sangat ketika Simon memakaikan mantel luarnya kepada orang itu dan memapahnya berdiri. Ia tidak bisa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan-pertanyaan Simon, sehingga Simon memutuskan untuk membawanya pulang.
Sesampainya di rumah, Matrena marah sekali karena Simon tidak membawa mantel baru dan membawa seorang pria asing.
“Simon, siapa ini? Mana mantel barunya? “
Simon mencoba menyabarkan Matrena, “Sabar, Matrena… dengar dulu penjelasanku. Orang ini kutemukan di luar gereja, ia kedinginan, jadi kuajak sekalian pulang”.
“Bohong!! Aku tak percaya….sudahlah, pokoknya aku tak mau dengar ceritamu ! Sudah tahu kita ini miskin kok masih sok suci menolong orang segala!! Usir saja dia!!”

“Astaga, Matrena! Jangan berkata begitu, seharusnya kita bersyukur karena kita masih bisa makan dan punya pakaian, sedangkan orang ini telanjang dan kelaparan. Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?”
Matrena menatap wajah pria asing itu, mendadak ia merasa iba. Lalu disiapkannya makan malam sederhana berupa roti keras dan bir hangat.
“Silakan makan, hanya sebeginilah makanan yang ada. Siapa namamu dan darimana asalmu? Bagaimana ceritanya kau bisa telanjang di luar gereja?”

Tiba-tiba wajah pria asing itu bercahaya. Mukanya berseri dan ia tersenyum untuk pertama kalinya.
“Namaku Mikhail, asalku dari jauh. Sayang sekali banyak yang tak dapat kuceritakan. Kelak akan tiba saatnya aku boleh menceritakan semua yang kalian ingin ketahui tentang aku. Aku akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menerimaku bekerja disini.”

“Ah, Mikhail, usaha sepatuku ini cuma usaha kecil. Aku takkan sanggup menggajimu”, demikian Simon menjawab. Tak apa, Simon. Kalau kau belum sanggup menggajiku, aku tak keberatan kerja tanpa gaji asalkan aku mendapat makan dan tempat untuk tidur.”
“Baiklah kalau kau memang mau begitu. Besok kau mulai bekerja”.
Malamnya pasangan suami-istri itu tak dapat tidur. Mereka bertanya-tanya. “Simon tidakkah kita keliru menerima orang itu? Bagaimana jika Mikhail itu ternyata buronan?” Matrena bertanya dengan gelisah pada Simon.
Simon menjawab, “Sudahlah Matrena. Percayalah pada pengaturan Tuhan. Biarlah ia tinggal di sini.Tingkah lakunya cukup baik. Kalau ternyata ia berperilaku tidak baik, segera kuusir dia”.
Esoknya Mikhail mulai bekerja membantu Simon membuat dan memperbaiki sepatu. Di bengkelnya, Simon mengajari Mikhail memintal benang dan membuat pola serta menjahit kulit untuk sepatu. Sungguh aneh, baru tiga hari belajar, Mikhail sudah bisa membuat sepatu lebih baik dan rapi daripada Simon.

Lama kelamaan bengkel sepatu Simon mulai terkenal karena sepatu buatan Mikhail yang bagus. Banyak pesanan mengalir dari desa-desa yang penduduknya kaya. Simon tidak lagi miskin. Keluarga itu sangat bersyukur karena mereka sadar, tanpa bantuan tangan terampil Mikhail, usaha mereka takkan semaju ini.
Namun mereka juga terus bertanya-tanya dalam hati, siapa sebenarnya Mikhail ini. Anehnya, selama Mikhail tinggal bersama mereka, baru sekali saja ia tersenyum, yaitu dulu saat Matrena memberi Mikhail makan. Namun meski tanpa senyum, muka Mikhail selalu berseri sehingga orang tak takut melihat wajahnya
.
Suatu hari datanglah seorang kaya bersama pelayannya. Orang itu tinggi besar, galak dan terlihat kejam. “Hai Simon, Aku minta dibuatkan sepatu yang harus tahan setahun mengahadapi cuaca dingin. Kalau sepatu itu rusak sebelum setahun, kuseret kau ke muka hakim untuk dipenjarakan !!! Ini, kubawakan kulit terbaik untuk bahan sepatu. Awas, hati-hati ini kulit yang sangat mahal!”

Di pojok ruangan, Mikhail yang sedari tadi duduk diam, tiba-tiba tersenyum. Mukanya bercahaya, persis seperti dulu ketika ia pertama kalinya tersenyum.
Sebenarnya Simon enggan berurusan dengan orang ini. Ia baru saja hendak menolak pesanan itu ketika Mikhail memberi isyarat agar ia menerima pesanan itu. Simon berkata, “Mikhail, kau sajalah yang mengerjakan sepatu itu. Aku sudah mulai tua. Mataku agak kurang awas untuk mengerjakan sepatu semahal ini. Hati-hati, ya. Aku tak mau salah satu atau malah kita berdua masuk penjara.”
Ketika Mikhail selesai mengerjakan sepatu itu, bukan main terkejutnya Simon. “Astaga, Mikhail, kenapa kau buat sepatu anak-anak? Bukankah yang memesan itu orangnya tinggi besar? Celaka, kita bisa masuk penjara karena….”

Belum selesai Simon berkata, datang si pelayan orang kaya. “Majikanku sudah meninggal. Pesanan dibatalkan. Jika masih ada sisa kulit, istri majikanku minta dibuatkan sepatu anak-anak saja”.
“Ini, sepatu anak-anak sudah kubuatkan. Silakan bayar ongkosnya pada Simon”, Mikhail menyerahkan sepatu buatannya pada pelayan itu. Pelayan itu terkejut, tapi ia diam saja meskipun heran darimana Mikhail tahu tentang pesanan sepatu anak-anak itu.

Tahun demi tahun berlalu, Mikhail tetap tidak pernah tersenyum kecuali pada dua kali peristiwa tadi. Meskipun penasaran, Simon dan Matrena tak pernah berani menyinggung-nyinggung soal asal usul Mikhail karena takut ia akan meninggalkan mereka. Suatu hari datanglah seorang ibu dengan dua orang anak kembar yang salah satu kakinya pincang! Ia minta dibuatkan sepatu untuk kedua anak itu. Simon heran sebab Mikhail tampak sangat gelisah. Mukanya muram, padahal biasanya tidak pernah begitu. Saat mereka hendak pulang, Matrena bertanya pada ibu itu, “Mengapa salah satu dari si kembar ini kakinya pincang?”
Ibu itu menjelaskan, “Sebenarnya mereka bukan anak kandungku. Mereka kupungut ketika ibunya meninggal sewaktu melahirkan mereka. Padahal belum lama ayah mereka juga meninggal. Kasihan, semalaman ibu mereka yang sudah meninggal itu tergeletak dan menindih salah satu kaki anak ini Itu sebabnya ia pincang. Aku sendiri tak punya anak, jadi kurawat mereka seperti anakku sendiri.”
“Tuhan Maha Baik, manusia dapat hidup tanpa ayah ibunya, tapi tentu saja manusia takkan dapat hidup tanpa Tuhannya”, kata Matrena.
Mendengar itu, Mikhail kembali berseri-seri dan tersenyum untuk ketiga kalinya. Kali ini bukan wajahnya saja yang bercahaya, tapi seluruh tubuhnya.

Sesudah tamu-tamu tersebut pulang, ia membungkuk di depan Simon dan Matrena sambil berkata, “Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, apalagi telah membuat gelisah dengan tidak mau menceritakan asal usulku. Aku dihukum Tuhan, tapi hari ini Tuhan telah mengampuni aku. Sekarang aku mohon pamit.”
Simon dan Matrena tentu saja heran dan terkejut, “Nanti dulu Mikhail, tolong jelaskan pada kami siapakah sebenarnya kau ini?”
Mikhail menjawab sambil terus tersenyum, “Sebenarnya aku adalah adalah satu malaikat Tuhan. Bertahun-tahun yang lalu Tuhan menugaskan aku menjemput nyawa ibu kedua anak tadi. Aku sempat menolak perintah Tuhan itu tapi kuambil juga nyawa ibu mereka. Aku menganggap Tuhan kejam. Belum lama mereka ditinggal ayahnya, sekarang ibunya harus meninggalkan mereka juga.
Dalam perjalanan ke surga,
Tuhan mengirim badai yang menghempaskanku ke bumi. Jiwa ibu bayi menghadap Tuhan sendiri. Tuhan berkata padaku, ‘MIKHAIL, TURUNLAH KE BUMI DAN PELAJARI KETIGA KEBENARAN INI HINGGA KAU MENGERTI :
PERTAMA, APAKAH YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA?
KEDUA, APA YANG TAK DIIJINKAN PADA MANUSIA?
KETIGA, APA YANG PALING DIPERLUKAN MANUSIA?’
“Aku jatuh di halaman gereja, kedinginan dan kelaparan. Simon menemukan dan membawaku pulang. Waktu Matrena marah-marah dan hendak mengusir aku, kulihat maut dibelakangnya. Seandainya ia jadi mengusirku, ia pasti mati malam itu. Tapi Simon berkata, “Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?” Matrena jatuh iba dan memberi aku makan. Saat itulah aku tahu kebenaran pertama :
“YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA ADALAH BELAS KASIH”
“Kemudian ada orang kaya yang memesan sepatu yang tahan satu tahun sambil marah-marah. Aku melihat maut di belakangnya. Ia tidak tahu ajalnya sudah dekat. Aku tersenyum untuk kedua kalinya. Saat itulah aku tahu kebenaran kedua :
“MANUSIA TIDAK DIIJINKAN MENGETAHUI MASA DEPANNYA. MASA DEPAN MANUSIA ADA DI TANGAN TUHAN”
“Hari ini datang ibu angkat bersama kedua anak kembar tadi. Ibu kandung si kembar itulah yang diperintahkan Tuhan untuk kucabut nyawanya. Dan aku melihat si kembar dirawat dengan baik oleh ibu lain. Aku tersenyum untuk ketiga kalinya dan kali ini tubuhku bercahaya. Aku tahu kebenaran yang ketiga :
“MANUSIA DAPAT HIDUP TANPA AYAH DAN IBUNYA TAPI MANUSIA TIDAK AKAN DAPAT HIDUP TANPA TUHANNYA.”
Simon, Matrena, terima kasih atas kebaikan kalian berdua. Aku telah mengetahui ketiga kebenaran itu, Tuhan telah mengampuniku. Semoga kasih Tuhan senantiasa menyertai kalian sepanjang hidup.” Mikhail kembali ke surga.
Dari : Kristamedia

Evaluasi Diri

Bacaan: Mazmur 90:1-17

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian hingga kami beroleh hati bijaksana.- Mazmur 90:12


Pada suatu liburan, kami sekeluarga menyempatkan untuk menginap di suatu tempat wisata beberapa hari. Hal yang jarang kami lakukan, karena masing-masing memiliki aktifitas yang cukup menyibukan kami. Pada hari kedua dari liburan itu, saya sudah merasa bosan. Mungkin karena saya sudah biasa sibuk, maka waktu-waktu istirahat justru menyiksa. Namun ada satu hikmah yang saya dapatkan, yaitu dengan cara inilah saya bisa mengevaluasi tentang apa saja yang telah saya lakukan selama tiga puluh hari terakhir ini. Berapa banyak waktu telah saya habiskan di tempat kerja dan berapa banyak waktu telah saya curahkan bagi keluarga, teman dan berapa banyak waktu saya berdua saja dengan Tuhan ??

Dengan mengevaluasi diri, maka kita akan tahu apakah selama ini kita berlari terlalu cepat dan terlalu jauh, ataukah sebaliknya kita tidak berlari sama sekali, kalaupun berlari mungkin kita hanya berlari di tempat saja. Apakah selama ini kita cukup seimbang? Ataukah selama ini waktu kita hanya tersita untuk hal-hal tertentu saja, sehingga hidup kita jauh dari kata seimbang?

Kita memang perlu berlari dalam pekerjaan kita, tetapi seorang pelari dengan prestasi dan kondisi yang paling baik sekalipun toh masih memerlukan waktu untuk berhenti dan beristirahat. Untuk mempertahankan keefektifan hidup kita, hendaknya kita hidup dalam keseimbangan, dengan mengetahui kapan waktu untuk berlari dan kapan waktu untuk beristirahat. Jika hidup kita berderap lepas kendali, sebaiknya kita berhenti sejenak. Luangkan waktu untuk memulihkan keseimbangan.

Marilah kita koreksi dan evaluasi hidup kita. Apa-apa yang sudah kita kerjakan selama setahun ini? Petiklah pelajaran berharga dari kegagalan yang kita alami, maupun keberhasilan yang sudah kita raih. Kalau memang kita mendapati bahwa selama setahun ini kita tidak maksimal, baiklah kita mencari tahu apa yang membuat hidup kita tidak efektif dan tidak maksimal. Apakah karena selama ini kita tidak menjaga keseimbangan dalam hidup kita? Sebagai bekal untuk menhadapi tahun baru yang sebentar akan kita jelang, miliki waktu untuk menjaga kseimbangan hidup dengan keluarga, teman, dan menciptakan saat teduh yang menyenangkan bersama Tuhan.

Lakukan evaluasi hidup selama setahun yang sudah kita jalani.


(Hans)

Menunggu Saat dan Waktu-NYA

Bacaan: Yohanes 2:4

Saat saya melihat banyak anak-anak Tuhan yang ditidurkan oleh banyak hal-hal yang Setan tawarkan saat anak-anak Tuhan menunggu saat dan waktu-Nya dalam hidup mereka, Roh Kudus berbicara dalam hati saya akan Firman ini dan Dia mau Firman ini "membangunkan" semua anak-anak Tuhan untuk "menunggu" dengan cara yang berbeda sampai saat dan waktuNya digenapi dalam hidup mereka.

Mari lihat dalam Yohanes 2 : 1-11. Banyak orang yang diberkati lewat perikop Firman Tuhan ini dimana Mujizat pertama yang Yesus adakan adalah di tengah-tengah keluarga. Dan saya percaya jika kita semua menghadirkan Yesus di tengah-tengah keluarga kita, akan ada banyak Anugerah, Berkat dan Mujizat yang Dia akan kerjakan untuk keluarga kita.

Tapi saya akan mengajak kita untuk melihat sisi lain yang Yesus ajarkan, terutama dalam pasal yang ke 4, saat Yesus berkata..." Mau apakah engkau dari pada-Ku,ibu? Saat-Ku belum tiba." Ada banyak anak-anak Tuhan yang dengan tanpa hikmat berkata seperti apa yang Yesus katakan diatas saat orang lain, pendetanya, orang tuanya, sahabatnya, mengajak untuk lebih sungguh-sungguh dengan Tuhan. Banyak dalih yang diutarakan, terutama kata-kata, "belum saatnya" aku ke gereja, berdoa, baca alkitab, dsb. Tapi melalui Firman ini, saya ajak kita semua, bahwa mari belajar seperti apa yang Yesus kerjakan saat menunggu saat dan waktuNya Yesus harus bergerak seperti apa yang Bapa mau, supaya Anugerah, Berkat dan Mujizat itu sampai dalam hidup kita.

Ada 2 hal yang kita harus kerjakan saat menunggu Saat dan Waktu-Nya Tuhan menggerakkan hidup kita :

  1. Tetap tinggal dalam Rumah Bapa. (Lukas 2:49)
    Saat kita menunggu, mari kita tetap tinggal dalam irama Pujian dan Penyembahan yang tak putus-putusnya. Rumah Bapa berarti ada kehadiran Bapa di dalam rumah itu dan kehadiran Bapa berarti ada hadiratNya yang akan melingkupi, memberkati dan membawa kita untuk lebih bersekutu dengan Dia.

  2. Minta Roh Kudus hadir dalam hidup kita. (Yohanes1:32) Nya disini adalah Yesus, dan Roh turun dalam hidupNya dan tinggal dalam hidupNya. Dan Roh itu adalah Roh Kudus itu sendiri. Roh Kudus lah yang akan menggerakkan hidup kita untuk sampai pada apa yang Tuhan rencanakan untuk hidup kita.
Jika hari-hari ini, ada dari kita yang saat menunggu saat dan waktuNYA Tuhan mengerjakan hidupnya dengan malah jauh dari Tuhan, mencari kesenangan duniawi, tinggal di luar HadiratNya, dan bahkan menyerahkan Yesus seperti Yudas Iskariot hanya dengan 30 keping perak, saya berdoa, setelah membaca Firman ini, kita akan berubah dengan menunggu saat dan waktuNYA Tuhan bekerja dalam hidup kita dengan Tetap tinggal dalam Rumah Bapa dan minta Roh Kudus turun, tinggal dan menggerakkan hidup kita sampai Anugerah, Berkat dan MujizatNya turun atas hidup kita. God Bless You..

(Ev. Abraham Robby R)

Kumpulan Puisi Karya Chairil Anwar

Kumpulan Puisi chairil Anwar bag. 1

SENJA DI PELABUHAN KECIL
buat: Sri Ajati

Ini kali tidak ada yang mencari cinta
di antara gudang, rumah tua, pada cerita
tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
menyinggung muram, desir hari lari berenang
menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
menyisir semenanjung, masih pengap harap
sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap

1946
CINTAKU JAUH DI PULAU

Cintaku jauh di pulau,
gadis manis, sekarang iseng sendiri
Perahu melancar, bulan memancar,
di leher kukalungkan ole-ole buat si pacar.
angin membantu, laut terang, tapi terasa
aku tidak ‘kan sampai padanya.
Di air yang tenang, di angin mendayu,
di perasaan penghabisan segala melaju
Ajal bertakhta, sambil berkata:
“Tujukan perahu ke pangkuanku saja,”
Amboi! Jalan sudah bertahun ku tempuh!
Perahu yang bersama ‘kan merapuh!
Mengapa Ajal memanggil dulu
Sebelum sempat berpeluk dengan cintaku?!
Manisku jauh di pulau,
kalau ‘ku mati, dia mati iseng sendiri.

1946
MALAM DI PEGUNUNGAN

Aku berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
Jadi pucat rumah dan kaku pohonan?
Sekali ini aku terlalu sangat dapat jawab kepingin:
Eh, ada bocah cilik main kejaran dengan bayangan!

1947
YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS

kelam dan angin lalu mempesiang diriku,
menggigir juga ruang di mana dia yang kuingin,
malam tambah merasuk, rimba jadi semati tugu
di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin
aku berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang
dan aku bisa lagi lepaskan kisah baru padamu;
tapi kini hanya tangan yang bergerak lantang
tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku

1949
DERAI DERAI CEMARA

cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam
aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini
hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

1949
—————————————————————————————————————————————-
NISAN

Bukan kematian benar menusuk kalbu
Keridhaanmu menerima segala tiba
Tak kutahu setinggi itu di atas debu
Dan duka maha tuan tak bertahta

DENGAN MIRAT

Kamar ini jadi sarang penghabisan
di malam yang hilang batas
Aku dan engkau hanya menjengkau
rakit hitam
‘Kan terdamparkah
atau terserah
pada putaran hitam?
Matamu ungu membatu
Masih berdekapankah kami atau
mengikut juga bayangan itu
1946


Kumpulan Puisi chairil Anwar bag. 2

TJERITA BUAT DIEN TAMAELA

Beta Pattiradjawane
jang didjaga datu datu
Tjuma satu
Beta Pattiradjawane
kikisan laut
berdarah laut
beta pattiradjawane
ketika lahir dibawakan
datu dajung sampan
beta pattiradjawane pendjaga hutan pala
beta api dipantai,siapa mendekat
tiga kali menjebut beta punja nama
dalam sunyi malam ganggang menari
menurut beta punya tifa
pohon pala, badan perawan djadi
hidup sampai pagi tiba
mari menari !
mari beria !
mari berlupa !
awas ! djangan bikin bea marah
beta bikin pala mati, gadis kaku
beta kirim datu-datu !
beta ada dimalam, ada disiang
irama ganggang dan api membakar pulau …….
beta pattiradjawane
jang didjaga datu-datu
tjuma satu
 
PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu……
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu !
1948
Siasat,
Th III, No. 96
1949

Kumpulan Puisi chairil Anwar bag. 3

MALAM

Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
–Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang
Zaman Baru,
No. 11-12
20-30 Agustus 1957

KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi
1948
Brawidjaja,
Jilid 7, No 16,
1957

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU
Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.
MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai
Maju
Serbu
Serang
Terjang
(Februari 1943)
Budaya,
Th III, No. 8
Agustus 1954

PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO

Ayo ! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji
Aku sudah cukup lama dengan bicaramu
dipanggang diatas apimu, digarami lautmu
Dari mulai tgl. 17 Agustus 1945
Aku melangkah ke depan berada rapat di sisimu
Aku sekarang api aku sekarang laut
Bung Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
Di zatmu di zatku kapal-kapal kita berlayar
Di uratmu di uratku kapal-kapal kita bertolak & berlabuh
(1948)
Liberty,
Jilid 7, No 297,
1954


Kumpulan Puisi chairil Anwar bag. 3

AKU

Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943

PENERIMAAN

Kalau kau mau kuterima kau kembali
Dengan sepenuh hati
Aku masih tetap sendiri
Kutahu kau bukan yang dulu lagi
Bak kembang sari sudah terbagi
Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani
Kalau kau mau kuterima kembali
Untukku sendiri tapi
Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.
Maret 1943

HAMPA
kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti

DOA

kepada pemeluk teguh
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namamu
Biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh
cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi
Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk
Tuhanku
aku mengembara di negeri asing
Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling
13 November 1943

SAJAK PUTIH

Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah…

AKU BERADA KEMBALI

Aku berada kembali. Banyak yang asing:
air mengalir tukar warna,kapal kapal,
elang-elang
serta mega yang tersandar pada khatulistiwa lain;
rasa laut telah berubah dan kupunya wajah
juga disinari matari lain.
Hanya
Kelengangan tinggal tetap saja.
Lebih lengang aku di kelok-kelok jalan;
lebih lengang pula ketika berada antara
yang mengharap dan yang melepas.
Telinga kiri masih terpaling
ditarik gelisah yang sebentar-sebentar
seterang
guruh
1949

Semua kumpulan puisi dari Chairil Anwar diatas dikutip dari berbagai sumber.